Pengakuan Wawan Setiawan. Salat Menghadap Arah Timur dari Mimpi

“SANG Jendral Bintang Empat NII”, Wawan Setiawan dengan salah seorang pengikutnya, Iwan, saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pakenjeng, Senin (27/3/17). (Foto : Dokumentasi Polsek Pakenjeng)***

GARUT, (GE).– Wawan Setiawan (52), warga Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang diduga melakukan penistaan agama, mengaku petunjuk arah salat menghadap timur itu diperoleh dari mimpinya.

“Kata Wawan, salat menghadap timur itu berdasarkan mimpinya. Salat itu juga untuk membedakan, Islam NKRI menghadap ke barat, sedangkan Islam NII menghadap ke timur sebagai kiblatnya,” kata Kapolsek Pakenjeng, Taka Supanta, Senin (27/3/17).

Menurut Taka, polisi masih menunggu hasil kajian MUI yang sedang melakukan musyawarah berkaitan dengan kasus ini di kantor Kecamatan Pakenjeng.


“Kami masih menunggu hasil kajian MUI, apakah Wawan termasuk orang yang melakukan penistaan agama atau tidak. Kami perlu laporan resmi dari MUI,” ungkap Taka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Garut dihebohkan oleh surat yang dikirim Wawan Setiawan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui pemerintahan desa setempat. Dalam surat pemberitahuan itu, Wawan mengatakan, ia dan pengikutnya akan melaksanakan salat lima waktu dan salat Jumat menghadap ke arah timur.

Di dalam surat tersebut, Wawan Setiawan mengklaim dirinya sebagai seorang Jenderal Bintang Empat dan Panglima Angkatan Darat di Negara Islam Indonesia (NII) pimpinan Sensen Komara.

Akibat perbuatannya, Wawan harus berhadapan dengan tim penyidik Polres Garut. Iwan (53), salah seorang pengikut Wawan juga diperiksa. Wawan dan Iwan dimintai keterangan terkait surat yang ia kirimkan ke kantor Desa Tegalgede, Jumat (17/3/17) tersebut .

Wawan dan Iwan menjalani pemeriksaan sejak pagi hari, setelah dijemput dari rumahnya oleh dua orang petugas Polsek Pakenjeng. Wawan datang ke Mapolsek didampingi Kades Tegalgede, Kartika Ernawati.

“Hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reserse Polres Garut. Terkait status Jenderal NII, Wawan mengaku dilantik oleh Sensen Komara saat ditangkap pada tahun 2011,” papar Taka Supanta. (Useu G. Ramdani/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI