Pengaktifan Jalur Kereta Api Cibatu Cikajang Rentan Terjadi Konflik Sosial

KOTA, (GE).- PengaReaktivasi kereta api jalur Cibatu-Cikajang rentan terjadi konflik sosial dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, diperlukan rencana alternatif untuk meminimalkan terjadinya konflik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Wahyudijaya mengatakan, jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang merupakan jalur yang telah dihentikan operasinya sejak 1983. Kini, areal sepanjang jalur kereta api mulai dari Cibatu sampai dengan Cikajang dipenuhi dengan permukiman penduduk.

“Sebagian besar sudah dipenuhi permukiman yang statusnya menyewa lahan dari PT KAI,” kata Wahyu, Senin (16/5/2016).

Wahyu mengaku telah diundang kembali oleh Kementerian Perhubungan dan menindaklanjuti rencana reaktivasi jalur tersebut. Progres reaktivasi masih dalam rangka inventarisasi kondisi terkini, baik kondisi jalur rel maupun kepadatan permukiman.

Berkenaan dengan progres, Wahyu menyebutkan, waktu penyelesaian tidak bisa diprediksi. Namun, aspek kebijakan sudah dikeluarkan dan tengah diproses oleh kementerian.

“Kementerian tengah memfinalkan studi, Bappeda menyoroti penataan ruang, dan Dishub menyiapkan hal-hal yang bersifat teknis,” katanya.

Wahyu berpandangan, kementerian dalam penerbitan kebijakan akan mempertimbangkan masalah sosial. Jika dikhawatirkan terjadi konflik sosial, kementerian tidak akan memaksakan reaktivasi.

“Tapi itu hanya analisis saya. Wacana yang dikembangkan di kementerian, bisa memanfaatkan jalur eksisting atau menyiapkan beberapa alternatif lain,” ucapnya.

Wahyu menjelaskan, terdapat empat alternatif kajian trase/jalur kereta api Cibatu-Cikajang. Keempat alternatif itu, yakni rencana trase kereta api keseluruhan menggunakan jalur KA lama (existing) dan jalur KA lama dengan lengkung-lengkung kecil.

Kemudian, rencana jalur KA lama dengan perbaikan gabungan beberapa lengkung-lengkung kecil dan menggunakan jalur lama dengan menghindari daerah padat perumahan, terutama di daerah Garut Kota.

“Jadi, apabila terkendala satu jalur, akan dibelokkan. Tapi, alur yang sudah dikembangkan oleh kementerian,” tuturnya.

Secara teknis, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi ketika jalur Cibatu-Cikajang diaktifkan. “Sudah antisipasi dengan menyiapkan secara struktural dalam hal pengelolaan untuk bersinergi dengan PT KAI. (Tim GE)***