Penertiban PKL, Bupati Disarankan Agar Berstrategi

TARKID, (GE).- Kerap terlibat dalam konfrontasi memanas dengan para pedagang secara langsung di lapangan, Bupati Garut Rudy Gunawan dinilai kurang berstrategi dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Pasalnya, untuk mengurusi persoalan elementer seperti itu, Bupati tak mesti langsung turun.

“Saya kira terlalu beresiko untuk orang nomor satu terjun ke wilayah rawan konflik seperti penertiban PKL tadi pagi. Seharusnya Bupati cukup mempercayakan kepada petugas dalam hal ini Satpol PP, Camat dan Disperindag,” ujar Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, saat ditemui di Kampus Uniga, Kamis (09/06/2016).

Menurutnya, konfrontasi Bupati dengan para pedagang bukan kali pertama. Beberapa waktu lalu, saat Pasar Limbangan terbakar Bupati pun datang ke tengah-tengah para pedagang yang sedang melakukan aksi unjuk rasa. Maka tak heran, saat itu orang nomor satu di Garut ini menjadi bulan-bulanan massa.

Syakur berpendapat, sebagai orang nomor satu, tentunya memiliki staf ahli dan asisten. Jadi untuk urusan yang bisa membahayakan keselamatan pimpinan seperti itu cukup mendelegasikan. Bahkan seorang pimpinan dituntut membuat kebijakan ketimbang hadir di tengah-tengah arena konflik seperti penertiban PKL.

Ia berharap, kedepannya Bupati agar lebih memilih langkah bijak dalam menentukan semua keputusannya. Slain itu, masih menurut Syakur, seorang pemimpin itu harus berstrategi agar esensi yang disampaikan masyarakat bisa terserap. Namun tentunya tak mesti langsung terjun ke lapangan.

“Yang penting beri kepercayaan terhadap pegawai. Jangan merasa bekerja sendiri,” ujarnya.

Syakur berkeyakinan, solusi pasti akan selalu ada jika setiap permasalahan dikedepankan dengan cara musyawarah. Begitu pun dengan PKL, bukan hal yang mustahil untuk menertibkannya. Asalkan hak dan kewajiban kedua belah pihak bisa terpenuhi.

Tentunya semua warga Garut mendukung atas niat baik Bupati untuk menertibkan kawasan pengkolan. Namun jangan lupa juga nasib PKL harus dipikirkan. (Farhan SN)***