Pencarian Korban Hari Ini, Difokuskan ke Lapang Paris dan Jatigede

KOTA, (GE). –  Memasuki hari terakhir masa tanggap darurat banjir tahap pertama di Garut, pencarian korban kembali dulakan. Lokasi pencarian akan difokuskan di Lapang Paris, Kecamatan Tarogong Kidul dan Waduk Jatigede, Sumedang.

Berdasarkan sumber informasi Basarnas Bandung yang menjadi leader evakuasi korban, pencarian hari ini akan melibatkan sebanyak 3013 personil tim SAR gabungan. Peralatan yang digunakan pun makin ditingkatkan untuk meningkatkan kemungkinan segera ditemykannya korban hilang yang hingga kemarin masih tercatat aebanyak 19 orang.

Selain alat itama yang digunakan sejak awal, yakni:
8 Unit Alat berat, 1 Unit Escavator Spider milik Basarnas, 1 Unit alat berat milik Zipur,  2 Unit alat berat milik Bina Marga, 1 Unit alat berat milik Kodim 0611 Garut dan 2 Unit alat berat milik TNI AD, pencarian hari ini juga akan menggunakan beko apung milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cirebon dan alat bantu pencarian berupa camera drone.


“Lokasi pencarian ini tergolong amat sulit. Selain luasan sasaran, aliran sungai maupun waduk yang dipenuhi tumpukan sampah dan material runtuhan bangunan menambah hambatan pencarian. Maka, besok kami akan menggunakan alat bantu drone dan beko apung, dengan harapan mempermudah operasi pencarian dan evakuasi korban,” kata Kepala Basarnas Bandung, Riyadi, dalam evaluasi di Posko Tanggap Darurat Banjir Garut, du Makodim 0611 Garut, Senin malam, (26/9/16).

Riyadi menambahkan, medan pencarian yang berada di aliran sungai dan bendungan, ditambah korban yang kemungkinan mulai membusuk, sangat rentan terhadap pennyakit. “Makanya para petugas SAR,  saya minta agar diberikan imunisasi titanus, dan diberikan perhatian untuk kesehatan,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, hingga kini data korban bencana banjir bandang Cimanuk yang terjadi Selasa malam, 20 September 2016 lalu, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, korban yang dinyatakan hilang sebanyak 19 orang. Jumlah keluarga yang kehilangan tempat tinggal sebanyak 453 kk, jumlah sekolah rusak 10 unit. Nilai kerugian materi hingga kini masih dalam pendataan. (Slamet Timur).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI