Pencairan Dana BOS Telat, Sejumlah Kepsek di Garut Terpkasa Ngutang ke Rentenir

ilustrasi.

GARUT,(GE).- Beberapa kepala sekolah (Kepsek) di wilayah Kabupaten Garut mengeluhkan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) yang telat cair. Hal tersebut dirasakan sejumnlah Kepsek tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Untuk membiayai kegiatan belajar mengajar (KBM) mreka terpaksa harus ngutang sana sini ke pihak ketiga.

Menurut salah seorang pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, akibat telatnya pencairan BOS, tak sedikit para Kepsek di Garut yang terpakasa meminjam melalui rentenir.

“Saya juga kasihan dengan lambatnya pencairan BOS baik untuk SD maupuan SMP. Karena tak sedikit para kepala sekolah yang meminjam ke rentenir,” ungkapnya kepada beberapa wartawan, Kamis (23/8/2018).


Sementara itu, salah seorang kepala SD di wilayah Garut Utara mengakui, lambatnya pencairan BOS ini sangat berdampak pada KBM.

“ Pastinya terganggu dengan telanya pencairan dana BOS ini. Termasuk untuk honor saya juga terlambat,” ujar Mahmudin, salah seorang guru honorer SD di kawasan Garut Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) SD pada Disdik Kabupaten Garut, H. Ade Manadin menjelaskan, terlambatnya pencairan BOS disebabkan karena terlambatnya laporan dari pihak sekolah. Menurutnya, informasi dari tim BOS Provinsi, untuk Jawa Barat baru akan dikirim hari ini Jumat, 24 Agustus 2018 dari KUN (Kas Umum Negara) ke KUD (Kas Umun Dearah).

“Mudah-mudahan proses di KUD tidak lama lagi. Akhir Agustus bisa masuk ke rekening sekolah. Maka kami mohon kerjasamanya dalam hal pelaporan dari pihak sekolah. Ya maksimalnya awal September bisa cair,” katanya. (Alle)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI