Pencairan BOS untuk SD Telat, Kepsek: “Pengelola BOS Kabupaten Tidak Profesional”

GARUT,(GE).- Beberapa kepala sekolah di kawasan selatan Garut mengeluhkan terkait pengelolaan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak profesional. Menurut mereka, sudah dua bulan BOS tak kunjung cair, sejak bulan Juli hingga Agustus 2017 untuk triwulan 3.

Akibat telatnya pencairan dana BOS tersebut, para kepala sekolah mengaku harus banting sana sini. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menutupi kebutuhan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta untuk membayar honorarium guru sukwan.

Menurut salah seorang kepala sekolah di kawasan Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Sebelumnya pada awal bulan September 2017,semua kepala sekolah sudah “curinghak” mendapati khabar dari UPT Pendidikan setempat bahwa dana BOS akan cair.


“Ya, sebelumnya ada khabar bahwa BOS bisa dicairkan hari Senin (4/9/2017). Keyakinan akan cair uang BOS tersebut diperkuat dengan adanya telepon dari Hj Enung sebagai pengelola BOS, melalui H.Apit Halim ketika membuka kegiatan PKB bagi guru guru kelas bawah di Kecamatan Cisompet,” ungkapnya.

Khabar akan cairnya dana BOS tersebut, saat itu langsung ditindak lanjuti oleh Ketua K2S kecamatan. Sontak saja para kepsek dan bendaharanya langsung hari itu berbondong- bondong mendatangi pihak bank (Bjb). Namun khabar tersebut hanyalah “khabar burung”.

“Harapan tinggal harapan, kenyataannya BOS untuk Sekolah Dasar sampai dengan pukul 14.00 tidak ada, alias belum masuk ke rekening sakola. Hingga sekarang dana BOS itu tak kunjung cair” keluhnya, Selasa (12/9/17).

Akibat kejadian tersebut, ketua K2s merasa dipermalukan oleh informasi yang langsung di terima dari Hj.Enung yang merupakan pengelola BOS kabupaten Garut.

“Setelah dikonfirmasi kembali oleh UPT, ternyata pengelola BOS Kabupaten dengan entengnya menjawab, Pak UPT mohon maaf, supaya diberitahukan kepada para kepala sekolah. Bahwa dana BOS untuk SD ada kekeliruan, sedang diperbaiki,” tukasnya. (Iwan Setiawan)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI