Pemugaran Bangunan SDN Regol 7 dan 10 Dianggarkan Rp 7 Miliar. Anggota Dewan saja Mengaku baru Mengetahui Bangunan ini Bersejarah. Akibatnya…

BANYAK bukti sejarah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang kurang dikenali masyarakat, bahkan oleh para anggota dewan yang terhormat sekalipun. Termasuk bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Regol 7 dan 10 yang termasuk benda cagar budaya.

Padahal, di depan gedung sekolah tersebut terpampang plang bertuliskan : “BANGUNAN SEKOLAH INI DIDIRIKAN OLEH R.A. LASMININGRAT PADA TH 1912 TERMASUK BANGUNAN BERSEJARAH YANG DILINDUNGI UU RI NO. 5 TH 1992. TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA”.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Asep D. Maman, mengaku baru mengetahui bahwa bangunan SDN Rego 7 dan 10 merupakan bangunan bersejarah.


“Kami baru tahu bahwa bangunan SDN Regol 7 dan 10 itu memiliki nilai sejarah yang didirikan oleh RA Lasminingrat. Kalau memang memiliki nilai sejarah, harusnya dinas terkait mempertahankan dan memeliharanya. Kami akan panggil dinas terkait untuk membahasnya pekan depan,” kata Asep, Rabu (15/3/17).

Menurut Asep D. Maman,  pihak Komisi D DPRD Kabupaten Garut berencana memanggil pihak terkait untuk membahas pemugaran SDN Regol 7 dan 10. Ia juga menegaskan, pembahasan harus dilakukan karena bangunan di SD tersebut merupakan cagar budaya.

Lebih jauh dikatakan, dana untuk pemugaran sekolah tersebut sudah dianggarkan dan masuk tahap lelang. Karena itu, ia berharap bangunan yang bersifat sejarah tak dihilangkan, bila pembangunan tetap harus berjalan.

“Anggaran yang disediakan untuk membangun kompleks SD Regol itu Rp 7 miliar. Awalnya Disdik Garut mengajukan angka Rp15 miliar untuk tiga sekolah penrcontohan full day school. Berapa nominal biayanya sekarang, saya belum tahu pasti karena ada di badan anggaran. Bila memang harus dipugar, pemugaran harus sesuai dengan ketentuan cagar budaya,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, menyebutkan, lima ruang kelas di SDN Regol 7 dan 10 masuk dalam cagar budaya kabupaten. Pihaknya pun sudah melaporkan kepada Pemprov Jabar mengenai cagar budaya bersejarah tersebut.

“Soal rencana pembangunan yang akan dilakukan Disdik Kabupaten Garut, saya sudah mengirim surat yang mengingformasikan bila SDN Regol merupakan benda cagar budaya. Saya juga sudah meminta agar pembangunan sekolah tak mengubah bentuk asli,” katanya.

Selain ke pihak provinsi, kata Budi, pihaknya juga sudah daftarkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang. Karena itu, lanjut Budi Gan Gan, bentuk bangunan kelima ruang kelas peninggalan dari RA Lasminingrat harus dipertahankan keasliannya.

“Cuma kami belum menetapkan dalam surat keputusan karena harus melalui kajian oleh tim ahli dulu. Kalau di kabupaten, sudah kami tetapkan sebagai cagar budaya melalui peraturan kepala dinas,” ungkapnya.

Budi juga menegaskan, peninggalan sejarah di Kabupaten Garut harus dijaga. Terutama bukti sejarah RA Lasminingrat yang berperan penting di bidang pendidikan. Bangunan yang ada saat ini telah menjadi warisan yang terus bisa disampaikan kepada generasi selanjutnya.

“Kami juga mendorong dan berupaya agar RA Lasminingrat bisa menjadi pahlawan nasional. Banyak jasa yang telah diberikan kepada Garut dan Indonesia. Tentunya harus ada timbal balik yang diberikan,” ujarnya.

Selain SDN Regol 7 dan 10, Kabupaten Garut memiliki cagar budaya lain yang juga harus dijaga. Di antaranya Candi Cangkuang, Masjid Adat Cangkuang, Rumah Adat Kampung Duku, Rumah Adat Kampung Pulo, serta Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI