Pemkab Garut Mengalokasikan Anggaran Rp 28 Miliar untuk Membangun Pasar Samarang

KONDISI Pasar Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinilai kumuh dan semrawut. Karena itu, Sabtu (1/4/17) Pemkab Garut akan mulai membangun kembali pasar tradisional tersebut dengan menghabiskan anggaran Rp 28 miliar. (Farhan/GE)***

GARUT, (GE).- Kondisi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinilai tidak layak huni. Salah satunya,  pasar tradisional di Kecamatan. Karena itu, Pemkab Garut pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 28 miliar untuk pembangunan pasar tersebut.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pasar dan Energi Sumber Daya Manusia Kabupaten Garut, Ahmad Ramdani, mengatakan pembangunan Pasar Samarang diharapkan akan berjalan lancar. Pemerintah bersama pihak pengusaha yang akan membangun pasar tersebut sudah melakukan relokasi para pedagang ke pasar sementara di Lapang Jati, Kecamatan Samarang.

“Relokasi dan waktu pembangunan Pasar Samarang akan berlangsung selama 180 hari, dimulai dari tanggal 20 Maret 2017. Sedangkan relokasinya dilakukan sejak Selasa (28/3/17) lalu,” ujar Ahmad Ramdani, Jumat (31/3/17).


Menurut Ramdani, pembangunan pasar segera dilakukan. Saat ini alat berat sudah disiapkan. Sabtu (1/4/17) besok tahapan pembangunannya sudah bisa dimulai.

Dikatakan lebih jauh, sejumlah pedagang yang pindah ke pasar sementara, mulai membenahi tempat jualannya masing-masing. Dengan demikian, diharapkan roda perekonomian di pasar sementara dapat berjalan normal.

Pembangunan pasar tradisional Samarang tersebut mendapat respon positif dari warga. Ningrum (30), ibu rumah tangga warga Kampung Lengkong, Desa Samarang, mengaku sangat  mendukung pembangunan Pasar Samarang. Menurutnya, selama ini kondisi Pasar Samarang sangat kumuh dan semrawut.

“Kondisi selama ini sangat tak membuat nyaman pengunjung. Selain sangat kumuh, juga semrawut,” komentar ibu dua anak ini.

Ningrum berharap, keberadaan pasar baru nanti dapat dikelola dan ditata secara baik, dan pedagang tidak semrawut.

“Pembeli tentunya menginginkan kenyamanan dan rasa aman saat berbelanja di pasar tradisional. Oleh karena itu sebaiknya pasar tradisional jangan kalah dengan pasar modern. Pemerintah harus mampu membangun pasar tradisional agar lebih bagus dan nyaman,” tandasnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI