Pemerintah Terapkan Aturan Harga Eceren Tertinggi untuk Beras Medium dan Premium

GARUT,(GE).- Untuk menaggulangi stabilitas harga jual beras, baru-baru ini pemerintah menerapkan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk jenis medium dan premium. Sementara itu, untuk harga beras jenis super premium dikembalikan kepada mekanisme pasar

Menurut Ketua Satgas Pengamanan Pangan Mabes Polri, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, penetapan harga beras super premium dikembalikan lagi kepada mekanisme pasar. Meski dijual melebihi HET, pedagang tak akan ditindak oleh Satgas.

“Kalau untuk beras super premium tak diatur. Jadi tergantung mekanisme pasar,” kata Eko, disela kegiatan peninjauan Gudang Bulog di Jalan Cimanuk, Selasa (12/9/17).


Dijelaskannya, dalam menetapkan harga dalam beras super premium ada ketentuannya. Namun jika HET untuk beras medium dan premium harus mengikuti aturan. Jika menjual di atas HET  bisa ditindak.

“Kami juga akan mengawasi persoalan harga jual di lapangan. Jangan sampai ada pelanggaran yang terjadi,” katanya.

Yusuf Supriadi, salah seorang pedagang beras di Pasar Guntur, mengakui telah diberi tahu terkait HET yang ditetapkan pemerintah.  “Contohnya seperti pandanwangi dan setra. Harga jualnya bisa sampai Rp 20 ribu per kilo. Beras premium saja HETnya hanya Rp 12 ribu per kilo,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI