Pembunuhan Sekretaris Direktur XL, Diduga Ada Keterlibatan Pihak Lain

PENGADILAN, (GE).- Diduga ada keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan Sekretaris Direktur Utama XL Axiata. Tiga puntung rokok yang ditemukan di lokasi TKP pembunuhan Hayriantira (37) alias Rian, bukan milik Rian maupun terdakwa Andi Wahyudi (38).

“Jumlahnya ada 3 buah puntung rokok, namun dari hasil forensik, diyakini bukanlah milik korban atau pelaku, dan sangat tidak mungkin ada orang lain yang menginap di hotel Cipaganti yang menjadi TKP, karena jika check out sudah pasti kamar dalam keadaan bersih,” kata Teguh Juwono, keluarga dari Rian, saat diwawancarai disela-sela sidang kasus pembunuhan Hayriantira, di Pengadilan Negeri Garut, pada Kamis (28/1/2016).

Hal lain yang menjadi pertimbangan terlibatnya orang lain kata dia, adalah baju yang dikenakan Rian, saat datang ke Hotel Cipaganti, berbeda dengan baju yang dipakai saat korban ditemukan meninggal dunia.

“Dari rekaman CCTV yang ada di Hotel Cipaganti bisa terlihat, baju yang dikenakan seorang wanita saat mau menuju hotel berbeda dengan pakaian terakhir Rian, yang jadi pertanyaan apakah wanita yang mengendarai mobil itu Rian atau bukan,” katanya.

Darmawan yang merupakan tetangga korban di Pondok Kopi Jakarta, ternyata memiliki kecurigaan juga setiap akan menghubungi Rian, yang telah lama menghilang dari kediamannya.

“Saya selalu menanyakan kepada Andi, tetapi jawabannya selalu sama, kalau mau ketemu Rian harus ke Pak Ferdi, namun berbulan-bulan Rian tak juga kembali,” katanya.

Pak Ferdi ini kata Darmawan merupakan keponakan dari Direktur XL Axiata yaitu Hasnul, “Bahkan karena selalu bingung keluarga , saya lalu mengantar ibunda Rian ke ruang kerja Andi,” katanya.

Saat datang ke ruang kerja Andi di kawasan Jatibening dengan Rukmilah ibunda Rian, kata Darmawan ada yang aneh dari mimik muka Andi, yang merasa tegang, namun tetap saja Andi menjawab Rian bersama Ferdi.

“Tetapi saat kami minta kontak Ferdi, Andi tidak menjawabnya, jadi dari pandangan saya, sebenarnya Andi ingin menunjukkan pelaku utama, namun secara tidak langsung, meski itu hanya pandangan kami saja,” ujarnya.

Sidang kasus Hayriantira ini masih akan terus berlanjut, untuk sementara masih memeriksa saksi-saksi, sementara sidang yang dilaksanakan pada Kamis (28/1/2016) ini dipimpin Hakim Ketua Elin Pujiastuti. Farhan SN***