Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Sempat Ngopi di Kaki Gunung Guntur Garut Sebelum Ditangkap Polisi

GARUT, (GE).- Pelarian pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi berinisial HS berakhir di kaki Gunung Guntur Garut. HS ditangkap di sebuah gubum peristirahatan pendaki di Kampung PLP Citiis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11/18) malam.

Sebelum ditangkap Polisi, HS, sempat menikmati secangkir kopi Garut di Kaki Gunung Guntur bersama penjaga basecamp pendakian gunung Guntur. Bahkan HS sempat ngobrol-ngobrol bersama pendaki lainnya.

“Tadinya saya tak menaruh curiga saat HS datang dan mengaku akan naik ke Gunung Guntur. Ia sempat beristirahat di gubug tempat peristirahatan para pendaki,” kata, Asep Supriatna, petugas jaga di basecamp pendakian Gunung Guntur, Jumat (16/11/18).

Asep mengaku, menjadi orang yang menerima kedatangan HS ke basecamp pendaki Gunung Guntur. HS datang menggunakan ojek dari Terminal Guntur.

“Ia datang ke sini sekitat jam 10.00 WIB. Ia mengaku datang sendirian. Namun sedang menunggu temannya dari Jakarta,” kata Asep.

Asep menuturkan, kedatangan HS seperti bukan orang yang mau mendaki gunung. Pasalnya, hanya mengenakan sendal jepit dan membawa tas slendang kecil.

Bahkan HS hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Namun kecurigaan Asep menghilang karena ia menyebut barang untuk mendaki akan dibawa oleh temannya.

Menurut Asep, di jari tangan HS terdapat luka yang ditutup memakai perban. Saat ditanya, HS menyebut jika terkena pisau. Selama di saung, HS tak banyak beraktivitas.

Saat malam, Asep dihubungi oleh penjual pulsa di dekat saung dan menanyakan keberadaan HS. Saat itu ia baru diberi kabar jika HS merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

“Dia sempat dua kali turun untuk beli pulsa. Terus kembali lagi istirahat. Dari penjual pulsa saya baru tahu kalau dia itu tersangka pembunuhan,” ujarnya.

Asep pun sempat menemui beberapa anggota kepolisian yang akan menangkap HS. Asep diminta untuk menjaga HS agar tak kabur.

“Saya lalu ajak dia ngopi bareng dulu sama pendaki yang lain. Setelah ngobrol-ngobrol dia lalu tidur. Sekitar pukul 22.00, polisi baru menangkap HS,” ujarnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI