Pemborong Pembuat Gerobak PKL Dinilai Asal-asalan, Bupati: “Saya Pusing!”

GARUT, (GE).- Baru-bari ini Bupati Garut, Rudy Gunawan menggulirkan program bantuan gerobak untuk para pedagang kaki lima (PKL) kreatif di kawasan perkotaan Kabupaten Garut. Namun, setelah ratusan gerobak itu jadi hasilnya mengecewakan. Bupati menilai pembuat gerobak tersebut asal-asalan.

“Ya, proyek pemda asal-asalan! Biasalah pemborong dan pengawas proyek kita asal-asalan,” ujar Rudy Gunawan, saat menyampaikan kata sambutannya dalam peresmian BI Corner dan penyerahan bantuan gerobak dari Bank Indonesia di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kabupaten Garut, Selasa (8/8/17).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membanding-bandingkan kualitas gerobak bantuan dari BI Jabar untuk pedagang yang menjadi korban banjir bandang Garut dengan gerobak yang telah dibuatnya untuk para PKL.


“Bantuan gerobak BI Jabar tampak ini lebih bagus,” tukasnya.

Ditegaskannya, terkait bantuan gerobak bagi PKL di Garut, dirinya sangat kesal kecewa dengan hasil pembutan gerobak PKL ini. Bahkan, kekecewaan Bupatiu begitu terlihat saat sejumlah awak media mencecar pertanyaan terkait program bantuan gerobak PKL.

“Sudah jangan ditanya soal itu lagi, saya pusing!” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Bupati telah membagikan sebanyak 200 unit gerobak untuk para PKL yang tergabung dalam wadah Masyarakat Pedagang Kreatif Lapangan Garut (MPKLG). Bantuan gerobak dengan total anggaran Rp 800 juta merupakan upaya Pemda Garut untuk mendorong pertumbuhan pedagang kreatif di Garut.

Dengan gerobak yang seragam tersebut para PKL kreatif, diperbolehkan berjualan di beberapa titik sesuai Peraturan Bupati. Usai menerima bantuan gerobak, tampak sejumlah pedagang di kawasan Jalan Dewi Sartika dan Siliwangi berjualan berbagai macam produk, mulai dari kuliner hingga pakaian. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI