Pembebasan Lahan Dimulai, Jalur Tol Cieunyi-Garut-Tasikmalaya Segera Dibangun

Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat diwawancarai sejumlah awak media di gedung Pendopo Garut, Sabtu (25/08/2018)***

GARUT,(GE).- Terkait kelanjutan pembangunan jalur Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) Pemkab Garut masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan Pemprov Jabar. Belakangan proyek pembangunan jalur tersebut akan diperpanjang hingga ke Cilacap.

Diakui Bupati Garut, Rudy Gunawan, Pemprov Jabar meminta bantuan kepada Pemkab Garut untuk membebaskan lahan dan segala perizinan. Meski demikian, area lahan yang akan digunakannya belum bisa dipastikan.

“Ya, ada investor dari luar untuk bantu proyek tol ini. Untuk di Garut ada tiga sampai empat titik yang masuk pemetaan. Yang paling mungkin oleh investor itu ada satu lokasi,” ujar Rudy kepada beberapa wartawan, usai memimpin agenda pertemuan di Gedung Pendopo, Sabtu (25/8/2018).


Menurutnya, di antara lokasi yang paling besar untuk dijadikan proyek tol tersebut, yakni dari Kadungora sampai ke Cilawu. Namun untuk penetapan lokasi (penlok) nya belum ditentukan.

“Penloknya juga belum. Yang fix itu nanti dari menteri. Kalau sudah ada penlok dari pusat, baru bisa disebutkan,” katanya.

Diakuinya, jalur Kadungora-Cilawu paling mungkin digunakan. Jalur yang diusulkan pun kini berubah yakni dari gate tol Gedebage lalu ke Majalaya dan Kadungora.

“Dua lokasi yang masuk pemetaan yakni Wanaraja-Singaparna dan Cileunyi-Limbangan. Kami tinggal tunggu keputusan dari pusat saja,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, akan mengusulkan tiga exit tol jika melintasi wilayah Garut. Pertama exit tol di Kadungora, lalu di wilayah perkotaan Garut, dan terakhir di Cilawu.

“Kalau opsi pertama jadi diambil pemerintah pusat, kami akan lobi tiga exit tol itu. Tentunya biar perekonomian di Garut meningkat,” tukasnya.

Sementara itu, Pemkab Garut sendiri belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait proyek tersebut. Pasalnya belum ada kepastian jalur mana yang akan dilintasi.

“Semua daerah juga belum ada yang bisa memastikan jalurnya mana saja. Baru bisa sosialisasi terutama untuk pembebasan lahan,” ujarnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI