Pembangunan SOR Ciateul Merugikan Negara Rp 4-5 Miliar, Polisi Selidiki Keterlibatan Pejabat Dispora

GARUT, (GE).- Keterlibatan pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut dalam pembangunan sarana olahraga (Sor) Ciateul masih dalam penyelidikan Polisi. Dalam proyek pembangunan ini, negara mengalami kerugian antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar.

Pembangunan sport hall di kawasan Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini, sampai saat ini masih terbengkalai. Sementara gedung beladiri meski sudah selesai dibangun namun tak terpakai. Bahkan sebagian fasilitasnya telah rusak.

Kapolres Garut, Budi Satria Wiguna, mengatakan proses penyelidikan kerugian negara pembangunan SOR Ciateul terus dilakukan. Sejumlah pejabat di Dispora pun telah dimintai keterangan.

Baca juga: Indikasi Korupsi, Kadispora dan Bawahannya Mondar Mandir Dipanggil Polisi

“Proses penyelidikan masih dilakukan. Kerugian negara cukup besar. Kisarannya 4- 5 miliar,” kata Kapolres, di Mapolres Garut, Rabu (7/11/18).

Budi menyebut pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Menurutnya, pembangunan SOR tak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

Dalam LHP BPK, disebutkan tentang dugaan pelanggaran yang menyebabkan kerugian keuangan negara. Dalam LHP BPK RI Tahun Anggaran (TA) 2016, disebutkan ada nilai anggaran sekitar Rp 16 Miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Sport Hall (SOR) di Jalan Suherman, Ciateul, Kabupaten Garut. Dalam konteks yang tertuang di LHP BPK RI, disebutkan kelebihan perhitungan progres fisik item pekerjaan yang terlaksana pada pembangunan Sport Hall Kabupaten Garut senilai Rp 491 juta.

Item pekerjaan struktur beton tidak sesuai spesifikasi minimal senilai Rp 435 juta dan jaminan pelaksanaan belum dicairkan senilai Rp 813 juta. Pemkab Garut menyajikan anggaran belanja modal TA 2016 senilai Rp 706 miliar dan realisasi senilai Rp 597 miliar.

Dari realisasi senilai Rp 597 miliar tersebut, di antaranya senilai Rp 4 miliar digunakan untuk membayar belanja modal pembangunan GOR Sport Hall pada Dinas Pemuda dan Olahraga.

Pembangunan GOR Sport Hall pada Dinas Pemuda dan Olahraga dilaksanakan oleh PT JMA selaku kontraktor pelaksana senilai Rp 16 miliar. Dalam LHP BPK itu juga meminta kepada Bupati Garut untuk memberikan sanksi kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sementara itu, Peneliti Masyarakat Peduli Anggaran (Mapag), Haryono, menyebut selama tiga tahun berturut-turut telah ada temuan BPK terkait SOR Ciateul. Apalagi Pemkab Garut juga menambah anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk pembangunan Art Center.

“Seharusnya setelah ada temuan dari BPK itu, Pemkab tak menambah anggaran belanja modal. Apalagi lokasinya berada dalam satu kawasan,” ucap Haryono.

Menurutnya, kegiatan pembangunan tersebut sudah sangat keterlaluan. Apalagi setelah adanya temuan BPK yang tentu merugikan negara.

“Semoga aparat penegak hukum secepatnya menempatkan diri secara proporsional. Sesuai tugas fungsi utamanya,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kuswendi belum memberikan keterangan terkait pembangunan SOR Ciateul. Saat dihubungi, Kuswendi menyebut tengah berada di Bogor menghadir acara pekan paralimpik daerah (Peparda).

Ketika dimintai tanggapannya terkait adanya kerugian negara, Kuswendi pun tak memberikan keterangan. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI