Pembangunan Pabrik Kabel di Cibatu Dihentikan Sementara

GARUT,(GE),- Diduga tak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tidak ada sosialisasi terhadap warga, Selain itu, warga sekitar lokasi pendirian pabrik kabel milik PT. Piranti Indonesia itu, khawatir akan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah produksi, serta ketakutan akan penyusutan debit air tanah. Akhirnya warga sepakat menolak pendirian pabrik yang berlokasi di Kampung Salagedang, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu ini.

Bupati Garut, Rudy Gunawan yang ditemui di kantornya, Rabu (18/01/2017), menyebutkan, proses pembangunan pabrik tersebut sudah dihentikan sementara, sambil menunggu seluruh perijinan selesai. ” Bukan pabrik ini sudah diajukan permohonan ijin IMB nya, sudah bayar, yang belum ada itu rekomendasi amdal Lalin dan rekomendasi dari BBWS ( Balai Besar Besar Wilayah Sungai), makanya sekarang pembangunannya dihentikan dulu,” ungkap Rudy.

sedangkan mengenai kemungkinan adanya dampak penyusutan air, hingga warga kesulitan untuk mendapatkan air, akibat pendirian pabrik tersebut. Menurut Bupati, jika hal itu ada rekomendasi dari kementerian, atau pejabat yang berwenang, maka pendiriannya akan dibatalkan.” Ya sudah kalau begitu tidak boleh,” tegasnya.


Dijelaskannya, bahwa pihak Kementerian PU PR dan Badan Geologi tengah mengadakan peninjauan ke beberapa daerah di Garut Utara, yang akan dijadikan sebagai kawasan industri. Seperti Kecamatan Leles, Limbangan, Malangbong dan Cibatu.

” Dari lima kecamatan ini paling hanya empat hektaran yang bisa dijadikan kawasan industri,” ujarnya.

Kepada “GE” Rudy sempat menceritakan kekesalannya terhadap salah seorang wartawan dari salah satu tabloid nasional, yang meminta konstruksi pabrik tersebut agar dibongkar.” Kemarin dia menyebutkan warga meminta dibongkar, masyarakat yang mana? Jangan sok jagoan lah,” tandasnya.(Jay)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI