Pembangunan Kompleks Perumahan Marak, Buruh Tani Khawatir

“Aan (30) seorang buruh tani tengah mencakul sawah yang berlokasi di kawasan Rancabango, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Kamis (11/1/2018)./ foto: Rangga/GE.***

GARUT,(GE).- Seiring berjalannya waktu, pembangunan kompleks perumahan di Kabupaten Garut makin marak saja. Akibatnya, saat ini sejumah area pesawahan terus berkurang. Di sisi lain buruh tani yang biasa mendapatkan penghasilan dari pekerjaanya mengolah lahanpun terancam.

Hal ini lah yang dikhawatirkan sejumlah buruh tani di beberapa kawasan Kabupaten Garut. Contohnya Aan (30), salah seorang buruh tani di Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. Dengan maraknya dibangun kompleks pereumahan di area peswahan ini dikhawatirkan akan merenggut penghasilannya sebagai buruh tani.

“Sangat berpengaruh bagi saya, sebab mata pencaharian saya cuma dari sawah (buruh tani/red.).  Jika sawah di Garut sudah habis karena lahannya dibangun komplek perumahan. Terus saya harus kerja apa?” keluhnya.

Salah satu area peswahan di kawasan Rancabango, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, tampak semakin menyempit terkepung bangunan kompleks perumahan. Kamis (11/1/2018)/foto: Rangga/GE.***

Ia berharap kepada calon bupati terpilih dalam pilkada nanti bisa menangani maraknya pembangunan kompleks perumahan yang tidak mengindahkan lingkungan sekitar. ” Saya berharap Bupati Garut yang tewrpilih dalam pilkada nanti bisa memperhatikan kondisi lkingkungan sekitar. Jangan sampai dampak dari pembangunan kompleks perumahan ini mematikan penghasilan masyarakat kesil seperti saya,” ungkapnya.

Menurut Aan, dengan semakin menyempitnya lahan peswahan di Kabupaten Garut dapat mempengaruhi produksi pertanian, seperti gabah, sehingga memicu harga beras semakin mahal.

“Kondisi seperti inilah yang sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah, khususnya untuk calon bupati yang nanti terpilih dalam pilkada,” tandasnya  (Rangga)*** 

Editor: Kang Cep.

 

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI