Pemakaman Dewi Diiringi Tangisan, Keluarga Merindukan Sosoknya yang Penyabar

AKHIR perjalanan hidup pilu menimpa Dewi Supartini (35). Ia dibunuh secara sadis oleh suaminya sendiri dengan cara dilindas dengan truk tronton. Akibatnya, tubuh Dewi nyaris terputus dan langsung menghembuskan nyawa.

Rabu (3/5/17), jasad Dewi akhirnya dimakamkan di samping rumahnya di Kampung Calingcing, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat. Saat jasad Dewi dikuburkan keluarga korban dan warga yang ikut mengantarkan jenazah tak kuasa menahan tangis.

Prosesi pemakaman menyita emosi semua warga yang hadir. Pasalnya, setelah bagian tubuh di masukkan ke liang lahat, bagian tubuh lainnya ikut dikuburkan karena sempat terpisah akibat lindasan ban tronton yang menimpa badan almarhum.


Sambil menitikan air mata, ibu korban, Titin Hartati, menuturkan kepada “GE”, Dewi merupakan anaknya paling besar dari empat bersodara. Menurut Titin sejak kecil anaknya dikenal berprilaku baik dan penyabar. Sejak ia menikah dengan pelaku tak pernah dibahagiakan. Bahkan kerap menerima kekerasan.

“Sebenarnya sudah sejak lama saya menganjurkan untuk bercerai namun Dewi berusaha untuk tetap sabar. Meski ia hanya diberi nafkah alakadarnya,” ujarnya sambil menyeka air mata di pipinya.

Mata Titin terus melotot ke arah kuburan anak sulungnya. Tatapannya kosong bahkan bicara pun sangat terbata-bata. Namun keluarganya berusaha menenangkannya.

Titin mengenangkan, bagaimana sosok Dewi yang murah hati. Bahkan menurutnya jika Dewi memiliki rezeki ia tak akan segan unyuk berbagi dengan keluarga.

Titin berharap, hukuman berat dijatuhkan kepada pelaku. Pasalnya pembunuhan sadis yang dilakukan terhadap anaknya sulit untuk dilupakan dirinya.

“Saya tak tahan saat melihat Dewi meregang nyawa. Saya tahu rasa sakit yang dirasakan Dewi saat akan menghembuskan nyawa. Saya harap hukum yang setimpal dengan rasa sakit yang dirasakan Dewi,” ujar Titin dengan tatapan kosong seolag mengenang sosok Dewi yang telah tiada. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI