Pelukis Muda Ini Menyampaikan Pesannya untuk Anggota DPRRI dengan Sebuah Lukisan Wajah

UJANG Sofian adalah pemuda warga Kampung Lembur Muncang, Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Cita-citanya untuk melanjutkan sekolah harus kandas terhalang oleh himpitan ekonomi. Tepatnya tujuh tahun silam, Ujang harus berhenti dari bangku SMP.

Cucu Supiandi, salah seorang guru SMP PGRI, tempat Ujang mengenyam pendidikan, mengatakan,  Ujang berhenti sekolah lantaran kecelakaan ketika itu. Akibat kecelakaan tersebut, kakinya patah. Selain itu, himpitan ekonomi membuatnya harus berhenti sekolah.

Diceritakannya, saat itu Ujang hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Namun nasib Ujang sedikit beruntung berkat kepiawaiannya menekuni ilmu seni rupa.


“Dengan berbekal bakat seninya itu, ia tak lagi harus mengeluh lantaran tak dapat melanjutkan pendidikannya. Ujang memang tinggal sangat jauh dari sekolah, karena itu sejak kecelakaan ia tak mampu untuk menyewa ojeg  agar sampai kesekolahnya,” kata Cucu.

Ujang kini sudah tumbuh dewasa, iapun terus mengasah ilmu melukisnya dari Kang Cunong, sang guru yang dikenal sebagai seniman Malangbong.  Alhasil berkat bimbingannya, kini untuk menutupi kebutuhan hidupnya, dan membantu ekonomi orang tuanya ia menerima pesanan sejumlah lukisan di rumahnya.

Alhamdulillah berkat ilmu yang diberikan Pak Cucu, saya bisa mencari nafkah,  ada saja yang pesan lukisan buatan saya,” ujar Ujang, belum lama ini.

Diungkapkannya, lukisan buatan Ujang rata-rata dijual Rp 50.000 hingga Rp 200 ribuan. Tergantung juga pesanan. Ia bersyukur pernah mengenyam pendidikan di SMP PGRI Malangbong, karena di sekolah itulah mendapatlan ilmu keterampilan tambahan.

“Apalagi melukis memang hobi saya sejak kecil. Berkat bimbingan Pak Cucu , kini saya bisa menjual jasa dari sebuah karya seni,” ucap Ujang.

Baru-baru ini, Ujang yang merupakan penganggum Hj. Siti Mufattahah (Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat XI, Komisi IX dari Partai Demokrat) membuat sebuah lukisan wajah spesial untuk idolanya tersebut.

“Saya dan Pak Cucu memang mengidolakan sosok ibu Hj. Siti Mufattahah, dia wanita yang hebat, dekat dengan warganya. Saya juga mengidolakan Pak SBY sang presiden yang tegas dan hebat. Ah, seandainya saya bisa bertemu beliau-beliau,” ungkanya.

Sebagai wiujud kerinduannya kepada sang idola, Ujang membuat sebuah lukisan yang khusus dipersembahkan lukisan untuk Hj. Siti yang saat ini masih terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Semoga Ibu (Hj. Siti) lekas sembuh dan dapat kembali bekerja dan bertemu kembali bersama warga. Tentu saya juga ingin bertemu beliau. Saya berdoa semoga Ibu Hj. Siti selalu diberikan kekuatan dan kesehatan. Saya berharap bisa mendapatkan pelatihan dan tambahan ilmu, agar bisa menjadi pelukis ternama seperti basuki Abdullah. Ucapan trimakasih saya sampaikan juga buat Pak Cucu Supinadi, guru seni lukis saya yang selama ini selalu menjadi pembingbing,” tuturnya. (TAF Senopati/adv.)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI