Pelaku Pengeroyokan di Depan Bale Paminton Diciduk Satreskrim Polres Garut

MAPOLRES, (GE). – Misteri kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian akhirnya kini terungkap, menyusul ditangkapnya enam orang pelaku penganiayaan tersebut oleh Satreksrim Polres Garut. Para pelaku yang masih di bawah umur itu pengerogokan terhadap Asep Saepudin (25) Jumat (2/9/2016) dini hari.

Kapolres Garut melalui Kasatreskrim Polres Garut, AKP Sugeng Heriyadi, mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi saat korban mendatangi para pelaku yang sedang berkumpul di halaman parkir Gedung Bale Paminton, Jalan Ahmad Yani. Korban lalu menegur para pelaku tersebut.

“Suara motor korban yang kencang ini membuat para pelaku marah. Korban lalu turun dari motor dan menantang para pelaku. Sempat terjadi percekcokan hingga berujung keributan,” ujar Sugeng saat gelar perkara di Mapolres Garut, Rabu (7/9/2016).

Korban yang kalah jumlah, lanjut Sugeng, lalu terkapar. Saat posisi tertidur, para pelaku melemparkan batu alas lantai parkir gedung yang terkelupas. Batu tersebut diakui Sugeng beratnya bisa mencapai lima kilogram.

Sugeng menyebut, usai melakukan pengeroyokan para pelaku yang berinisial GR (17), KF (16), DS(19), RB 17, RS (17), dan AM (16) lalu melarikan diri. Pihaknya sempat kesulitan untuk mengidentifikasi korban karena tak membawa identitas. Jenazah korban pun dibawa ke RSUD dr Slamet, Garut.

“Jumat sore baru ada keluarga yang mencari ke rumah sakit. Setelah dilihat memang keluarganya. Dari situ kami mulai menyelidiki,” katanya.

Akibat penganiayaan tersebut, tutur Sugeng, korban yang merupakan warga kampung Babakan Bedog, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler mengalami luka di bagian belakang kepala dan wajahnya.

Menurut Sugeng, aksi yang dilakukan tersebut disadari para pelaku. Mereka tak sedang mengkonsumsi minuman keras atau pun narkoba. Para pelaku baru berhasil dibekuk satu hingga tiga hari pascakejadian.

“Ada yang tanggal 3, 4, dan 5 September yang ditangkap. Semua pelaku sudah kami amankan saat ini. Dari enam pelaku ini masih ada yang berstatus sebagai pelajar,” ucapnya.
Akibat perbuatannya, para pelaku terjerat pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa batu yang masih terdapat bercak darah, pakaian dan sepeda motor milik korban. (Slamet Timur). ***