Pelaku dan Bandar Judi Diamankan Jajaran Polres Garut

GARUT, (GE).- Bandar dan pelaku judi di Garut diamankan Polisi. Mereka diamankan dari berbagai tempat judi seperti sabung ayam, togel dan judi online.

Kasatreskrim Polres Garut Ajun Komisaris Hairullah, pengamanan sejumlah bandar dan pelaku judi diakuinya sebagai upaya pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Salah satunya dengan melakukan penggrebegan terhadap sejumlah tempat perjudian.

“Belum lama ini, kita melakukan penggrebegan terhadap sejumlah tempat perjudian yang telah menimbulkan keresahan masyarakat. Kita berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai bandar dan pelaku judi,” ujar Kasatreskrim Polres Garut Ajun Komisaris Hairullah, Senin (19/2/2017).


Diungkapkan Hairullah, mereka yang diamankan berasal dari sejumlah tempat perjudian mulai judi sabung ayam, togel manual, dan juga judi online. Selain bandar dan pelaku, petugas juga berhasil mengamnakan sejumlah barang bukti.

Untuk judi sabung ayam, tutur Hairullah, ada enam orang yang berhasil diamankan yaitu OS, AP, RY, RR, IK, dan YS. Mereka diamankan saat melakukan judi sabung ayam di kawasan Kampung Cogreg, Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan.

“Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan dari lokasi sabung ayam tersebut antara lain jam dinding, ember plastik, tas ayam, terpal, matras, ayam adu, serta uang tunai,” katanya Hairullah.

Dari enam tersangka yang berhasil diamankan, tambahnya, satu di antaranya berperan sebagai peneyedia tempat atau kalang, yaitu OS. Dia menawarkan atau memberi kesempatan kepada khlayak umum untuk bermain judi sabung ayam di tempatnya.

Menurut Hairullah, dengan lapak yang disiapkan OS, AP saat ini bersama empat tersangka lainnya menggunakan kesempatan permainan judi sabung ayam tersebut. Mereka yang melakukan taruhan akan mendapatkan keuntungan jika ayam yang diunggulkan menang dalam pertandingan antar peserta judi itu.

Masih menurut Hairullah, selaku pemilik kalang, OS sendiri mendapatkan keuntungan Rp 30 ribu untuk setiap kali pertandingan sabung ayam. OS sendiri diketahui menyelenggarakan atau meyediakan lokasi untuk perjudian itu rata-rata sebanyak tiga kali dalam seminggu dan pelaksanaannya sekitar pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB.

“Akibat perbuatannya yang menyediakan tempat perjudian, OS terancam hukuman paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta. Hal ini sesuai yang diatur dalam pasal 303 KUHP ayat 1,” ucapnya.

Sementara itu untuk para pejudi, tambahnya, mereka diancam pasal 303 ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10 juta.

Hairullah juga mengatakan, selain pejudi sabung ayam, pihaknya juga berhasil mengamankan empat orang yang diyakini terlibat dalam aksi judi togel manual dan togel online. Para pelaku dan bandar judi togel ini diamankan dari beberapa tempat yang berbeda di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler. Mereka pun dijerat dengan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI