Pekan Ini Mulai Dibangun, Rumah Tapak untuk Korban Banjir Cimanuk

KARANGPAWITAN, (GE).- Pascabanjir bandang Cimanuk, sebanyak 121 unit rumah tapak pembangunanya dimulai pekan ini. Untuk membangunan rumah tersebut, ada sekitar 10 lembaga sosial yang memberikan donasinya untuk warga korban banjir bandang. Rumah tapak ini rencananya akan diberikan secara gratis untuk para korban banjir. Berbagai bantuan bagi korban banjir bandang hingga kini terus mengalir dari berbagai pihak.

“Rumah Zakat” adalah salah satu lembaga zakat terkemuka turut memberikan sumbangsihnya. Dalam kesempatan ini, Rumah Zakat membangun 10 unit rumah tapak di Kampung Pananggungan , Desa Lengkong jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa barat.

Satu unit rumah hasil sumbangan para donatur ini bernilai Rp 72 juta yang nantinya akan diberikan gratis kepada korban banjir yang tidak memiliki rumah. Dan diprioritaskan bagi korban yang anggota keluarganya meninggal dunia.


Prosesi peletakan batu pertama pembangunan rumah tapak ini telah dilakukan oleh Dirut Rumah Zakat, Nur Efendi dengan dihadiri wakil Bupati Garut, Helmi Budiman dilakukan langsung. Rabu (2/10/2016).

“ Untuk sementara kita bangun 10 unit. Satu unitnya sebesar Rp 72 juta, jadi nilai totalnya Rp 700 jutaan. Sumber dananya dari donatur perseorangan, csr , yang bersedia membantu korban banjir,” jelasnya.

Pemkab Garut mencatat, rumah tapak untuk korban banjir semuanya 472 unit. Sementara jumlah pembangunan rumah tapak yang dananya bersumber dari non anggaran pemerintah itu sudah ada 121 rumah tapak.

“Ya, dananya dari beberapa sumber, diantaranya sumbangan dari Rumah Zakat , Qatar Charity. Masih banyak yang harus dibangun, dari 472 baru 121 unit, diluar rumah susun. Pemkab sendiri menganggarkan 3 -5 miliar untuk rumah tapak ini,” tutur Helmi.

Dijelaskannya, dari jumlah warga yang kini masih mengungsi sebanyak 1.100 orang, 775 kepala keluarga diantaranya masih membutuhkan reloksi rumah baru. Rinciannya, 472 kepala keluarga akan dibangunkan rumah tapak dari anggaran pemrintah dan donatur, 303 kepala keluarga akan menempati rusunawa yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementrian PU. (Idrus Andriawan) ***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI