Pejabat Lama Kemungkinan Besar Masih Bertengger di Kursi Disdik-1

GARUT, (GE).– Seleksi calon Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang dilakukan lewat lelang jabatan hingga Jumat (23/12/2016), ada empat calon yang telah lolos seleksi administrasi. Keempatnya adalah pejabat setingkat eselon III yang mengikuti promosi jabatan menjadi kepala dinas.

Keempat pelamar tersebut, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut Asep Sulaeman Farouq yaitu Sutiarman yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Undang Suryana yang saat ini menjabat Inspektorat Pembantu di Inspektorat Wilayah Kabupaten Garut, Adi Purnomo yang saat ini menjabat Sekretaris Kantor Kesbangpol Kabupaten Garut dan Natsir Alawi Kepala Bagian Organisasi.

Menurut Asep, keempat Kadisdik tersebut, sudah mengikuti sesi wawancara dan menyampaikan karya tulis. Tim Pansel sendiri, rencananya akan menyerahkan hasil seleksi kepada Bupati Garut pada 21 Desember 2016.

Berdasarkan jadwal yang ada, menurut Asep pelantikan akan mulai dilakukan pada tanggal 28 hingga 30 Desember 2016. Dengan begitu, pada awal tahun 2017 semua jabatan di lingkungan pemkab Garut telah terisi. Tak kurang dari 1800 pejabat nantinya akan dilantik terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV.

Saat disinggung calon terkuat untuk kursi Kadisdik, menurut Asep semua mempunyai peluang. Namun, belum tentu semua bisa lulus dalam tahapan selanjutnya. Pasalnya, selain linieritas dan latar belakang pengalaman kerja, ada beberapa hal teknis yang harus dimiliki oleh seorang calon Kadisdik.

Ditemui terpisah, salah seorang pejabat setingkat eselon II yang namanya enggan dikorankan mengungkapkan, dalam sebuah kesempatan, bupati pernah mengungkapkan bahwa empat calon Kadisdik yang ada, tidak memenuhi harapannya.

Selain itu, menurut sumber tersebut, bupati juga mengungkapkan dari sekian banyak pejabat setingkat sekretaris dinas yang melamar menjadi kepala dinas yang kursinya dilelangkan dalam lelang jabatan, hanya ada empat orang yang dinilainya layak untuk bisa menjadi seorang kepala dinas.

Keempat orang sekretaris tersebut adalah Sekretaris Dinas Binamarga Aah Anwar Saefulloh, Sekretaris Dinas Pendidikan Dede Sutisna, Kepala Bagian Natsir Alawi yang melamar sebagai Kadisdik dan Camat Garut Kota Basuki Eko.

Khusus untuk kursi Kadisdik, menurutnya hanya ada satu nama yang dinilai layak oleh bupati yaitu Natsir Alawi. Makanya, menurutnya, tiga calon lainnya bisa saja gugur dalam tahapan seleksi selanjutnya. Namun, sayangnya nama Natsir Alawi yang menurut bupati layak, ternyata tidak memiliki latar belakang mengelola pendidikan hingga kemungkinan nama tersebut akan ditempatkan di dinas lain.

“Melihat formasi saat ini, kemungkinan jabatan Kadisdik akan dikendalikan oleh seorang Plt (Pelaksana teknis). Namun, tak menutup kemungkinan Kadisdik lama dipertahankan untuk beberapa waktu. Yang jelas saat ini Pemkab sedang berburu dengan waktu mengejar target SOTK baru tahun 2017,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Iman Alirahman mengungkapkan, penyegaran di lima dinas yang jabatannya dilelangkan tersebut, berdasarkan hasil evaluasi dari panitia seleksi. Namun, tidak menutup kemungkinan pejabat yang saat ini menduduki kursi kepala dinas yang dilelangkan kembali menempati jabatan tersebut jika Pansel menyatakan hasil ujian dinilai baik.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyampaikan, empat nama yang saat ini mengikuti seleksi calon Kadisdik, meski telah lulus seleksi administratif, belum tentu lolos dalam tahapan selanjutnya. Karena, untuk kursi Kadisdik, akan dilakukan penggodokan secara mendalam.

“Penilaiannya sepenuhnya diserahkan kepada Pansel. Nanti bupati akan menentukan siapa yang layak menduduki kursi Kadisdik-1,” ujarnya saat ditemui “GE” di salah satu hotel ternama di Garut, Jumat (23/12/2016).

Namun untuk para calon Kadisdik, dr. Helmi memiliki ekspektasi tersendiri. Menurutnya, siapa pun Kadisdik terpilih harus memiliki kemampuan manajerial dalam pendidikan. Terutama, bagaimana mencarikan solusi untuk menciptakan kualitas pendidikan di Garut. “Problem saat ini yang paling krusial adalah pemerataan. Bagaimana kualitas dan sarana bisa merata sampai ke daerah,” ujar Helmi.

Selain itu, pemerataan tenaga pendidikan juga masih menjadi permasalahan krusial. Saat ini guru-guru berkualitas masih bertumpuk di wilayah perkotaan. Jadi Kadisdik baru dituntut melakukan perubahan untuk mengatasi disvaritas sarana pendidikan, kualitas dan kuantitas tenaga pengajar.

Saat disinggung terkait kemungkinan terburuk para calon yang tidak memenuhi kriteria sebagai Kadisdik, Wabup menjawab akan mencoba beberapa formula untuk mengatasinya. Salah satunya, jabatan Kadisdik dijabat oleh Pelaksana Tugas (PLT) atau Kadisdik lama dipertahankan sementara waktu sampai ada asesmen berikutnya.

“Kalau berbicara kemungkinan, Kadisdik lama bisa dipertahankan. Dengan catatan dari hasil asesmen tidak ada yang memenuhi kualifikasi,” ungkap Wabup.

Helmi melihat, Kadisdik saat ini sebenarnya dari hasil test beberapa waktu lalu, masih memiliki kualitas dalam mengelola bidang pendidikan meski dari aspek kesehatan yang bersangkutan sedikit terganggu. Namun, jika memang Kadisdik saat ini sudah tidak bisa lagi bertugas, maka alternatif terakhir adalah menunjuk Plt.

“Kemungkinan Plt-nya bisa dari dalam Disdik atau dari dinas lain, semisal oleh asisten atau yang lainnya. Jadi masih banyak kemungkinan. Namun yang jelas kita harus menunggu dulu hasil asesmen yang sedang dilakukan Tim Pansel. Baru membuat opsi lainnya,” pungkas Helmi. (Tim)***