Pedagang Pasar Limbangan Pukul Mundur Polisi, Satpol PP dan Brimob yang Akan Memutus Aliran Listrik ke Kios Mereka

LIMBANGAN,  (GE).- Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L), kemarin menghalau ratusan aparat yang datang ke lokasi pasar sementara di Lapang Pasopati, Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Balubur Limbangan.

Para pedagang memukul mundur aparat yang akan menjaga proses pemutusan jaringan listrik di pasar sementara. Selama satu jam, pihak P3L bernegosiasi dengan aparat. Hasilnya aparat yang terdiri dari Polres Garut, Brimob Polda Jabar dan Satpol PP memilih mundur.

Kedatangan aparat tersebut untuk mendampingi tim dari PLN rayon Leles untuk memutus listrik di pasar sementara. Saat ratusan aparat datang sekitar pukul 15.40, para pedagang langsung membuat barikade.

Para pedagang menanyakan tujuan aparat mendatangi pasar sementara. Pedagang pun meminta surat tugas kepada aparat kepolisian dan meminta keterangan resmi dari pihak PLN. Namun setelah para pedagang mendesak, tak ada pihak terkait yang memberikan penjelasan.

Sempat terjadi aksi dorong antara pedagang dengan petugas Satpol PP. Situasi bisa terkendali setelah para pedagang berdialog dengan perwakilan Satpol PP.

Sekjen P3L, Jajat Sudrajat, menuturkan pihaknya tak mengetahui jika kemarin PLN didampingi aparat akan datang untuk memutus aliran listrik. Para pedagang, lanjut Jajat, sempat khawatir melihat aparat dengan senjata lengkap datang ke pasar sementara.

“PLN juga tak lengkapi surat perintah kerja untuk pemutusan listrik. Warga pasar sampai sekarang masih bayar listrik. Tidak ada kerugian yang ditimbulkan,” kata Jajat, Rabu (11/5).

Banyaknya keterlibatan aparat, diakui Jajat membuat warga pasar menjadi terintimidasi.

“Banyak ibu-ibu yang pingsan dan anak-anak syok melihat polisi dengan senjata lengkap. Aparat dan birokrat hanya mampu melayani PT Elva (pengembang pasar) dan tak mampu berpihak ke pedagang,” ucapnya.

Masalah Pasar Limbangan diakui Jajat saat ini sudah ditangani pemerintah pusat. Bahkan pihaknya telah melapor ke Komnas HAM dan meminta agar Bupati Garut menyelesaikannya dengan cara dialogis dan damai.

“Jika tak diselesaikan akan timbulkan konflik horizontal. Minta semua pihak hargai apa yang telah dikeluarkan Komnas HAM,” ujarnya.

Kabag Ops Polres Garut, Kompol Liman Heryawan, menjelaskan kedatangan pihaknya hanya untuk melakukan pengamanan. Baik kepada warga maupun kepada petugas PLN agar situasi kondusif. Penarikan ratusan personel dilakukan agar tak terjadi konflik dengan pedagang dan warga.

“Kami antisipasi jangan sampai terjadi konflik horizontal. Ada 120 personel yang kami turunkan,” ucap Liman. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN