“Pecahan 12,” Sebuah Karya Seni Bela Diri yang Digagas Bah Nono

BAGI kalangan pelaku dan pemerhati seni bela diri di Garut, Bah Nono adalah nama yang sangat bakrab, terlebih bagi pegiat seni pencak silat, Bah Nono boleh dikatakan cukup familiar. Pasalnya, Bah Nono adalah salah satu tokoh persilatan di kota dodol ini. Bahkan, saat ini dipadepokannya, Ia mencoba mempopulerkan rangkuman silat yang dinamai “Pecahan 12” yang digagasnya sejak 2 tahun lalu.

Rangkuman silat “Pecahan 12” merupakan jenis seni murni beladiri yang dipadukan dengan beberapa gerakan khusus khas pecahan 12. Perlahan namun pasti, kini di “Pecahan 12” mulai berkembang dan diminati para pegiat seni bela diri.

Saat ini di Padepokan silat Bah Nono, sedikitnya ada seratusan orang murid dari berbagai kelompok umur yang. Dua kali dalam sepekan, Bah Nono mentransfer ilmu bela diri kepada para muridnya yang rutin giat berlatih.


Kepiawan Bah Nono dalam “ulin silat” di berbagai pentas tak diragukan lagi. Pada akhirnya tujuan besar agar paguyuban “Pecahan 12” yang dirintisnya itu, tumbuh berkembang dan masyhur di tengah-tengah masyarakat.

Belum lama ini paguyuban tersebut sukses tampil di hadapan para penonton pada festival hiburan rakyat di bale Pajagalan, Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut kota. Dalam pasanggiri pencak silat inilah, Bah Nono kerap “makalangan” yang membangkitkan semangat yang luarbiasa.

Rasa tulus dan kecintaanya terhadap seni bela diri “karuhun” ini selalu ditampilkan Bah Nono dengan memberikan kesempatan secara terbuka kepada siapa saja masyarakat yang ingin berlatih dipadepokanya. Syaratnya asal punya itikad tulus dan niat yang mulia.

Di kediamannya, tepatnya di kampung Pajagalan, RW 8, Kelurahan Sukamentri, kini panji bendera rangkuman silat “Pecahan 12” selalu berkibar mengobarkan semangat “ngamumule” seni bela diri yang telah termashur sebagai jati diri “Ki Sunda.”

” Apapun akan Abah lakukan demi memajukan potensi pencak silat di Garut, terutama paguyuban Pecahan 12 ini. Hidup abah biarlah bermanfaat buat orang banyak terutama para generasi muda. Kelak jika Abah sudah tiadapun, Abah ingin paguyuban ini tetap berkibar, ” Tandasnya.

Hingga kini, Paguyuban silat Pecahan 12 mulai dikenal masyarakat khususnya pecinta seni beladiri. Dukungan penuh pun terus mengalir dari pihak pihak yang memiliki harapan besar pada seni beladiri ini.

Ahmad Ismail dan Uwonk adalah ketua RW dan tokoh pemuda setempat yang juga ikut bekerja keras memajukan paguyuban Pecahan 12 tersebut. Bersama warga sekitar, mereka selalu berpikir keras untuk memajukan seni beladiri itu.

Berkali kali acara pementasan pun sukses digelar berkat kerjasama yang apik. Kini, keluarga besar Pecahan 12 berharap seni beladirinya itu mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Garut. (Agus Abi)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI