PCNU Berikan Bantuan, Korban Pergerakan Tanah Cisompet Menunggu Direlokasi

CISOMPET, (GE). – Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cisompet kembali terjadi pada Minggu (30/10/ 2016) lalu. Sebelumnya, peristiwa serupa sempat terjadi, akibatnya beberapa rumah yang sempat rusak, tambah parah dengan adanya retakan tanah susulan.

Sumpena, Koordinator Korban Retakan Tanah Cisompet, mengatakan, jumlah warga yang memilih untuk pindah ke tempat pengungsian terus bertambah. Saat ini, dari 4 Kampung yang terdiri dari Kampung Sawahilir, Langkong, Selaawi, Ciawi Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, yang sudah mengungsi tercatat ada 177 Kepala Keluarga atau 556 jiwa.

“Kalau yang ngungsi sekarang berada di Kampung Batusari, tetapi ada juga warga yang masih tinggal di rumahnya, karena menunggu relokasi, atau ganti rugi. Meski saat ini belum apa-apa, tetap saja rawan kembali terjadi pergeseran tanah susulan seperti beberapa waktu sebelumnya,” ungkapnya.


Sumpena menyebutkan, para korban masih menunggu untuk direlokasi dan tinggal di tempat pengungsian sementara dengan kondisi yang tidak memadai.” Mereka tinggal di tempat pengungsian yang sempit. Satu ruangan kecil itu ditempati dua sampai tiga KK,” jelasnya.

Dibeberkannya, seluruh warga korban bencana tersebut, berharap segera direlokasi.”Bantuan bagaimana pun tentu sangat diperlukan, baik logistik, pakaian dan lain sebagainya. Tetapi yang kita harapkan yakni tempat untuk relokasi, harap segera dilakukan, kalau yang banjir Cimanuk bisa segera, kita pun harap demikian. seperti yang dijanjikan katanya akan dibangun 161 rumah, 2 MCK, 1 Masjid untuk tempat relokasi nanti, ” urainya.

Lebih jauh Sumpena menjelaskan, meski belakangan ini ada bantuan yang diberikan dari pemerintah daerah, namun kendalanya alat transportasi. Karena bantuan yang diberikan dari pemerintah kebanyakan harus dibawa sendiri ke kantor instansi di kota atau bantuan yang disimpan di Kantor Desa Sindangsari, jaraknya lebih dari 4 kilometer ke lokasi bencana.
“Sehingga untuk menganggkut bantuan dengan menggunakan ojeg, harus mengeluarkan ongkos sampai Rp 800 ribu.” Tukasnya.

Kepala Desa (Pjs) Sindangsari, Hj. Ayi Sulastini membenarkan kalau kondisi para korban yang sudah tinggal berbulan-bulan di tempat pengungsian tersebut cukup memperihatinkan, karena harus berdesak-desakan di ruangan yang sempit.” Memang benar dalam satu kamar itu ditempati dua sampai tiga kepala keluarga,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum memperoleh kepastian kapan warganya tersebut akan direlokasi. Namun katanya pemerintah sudah menyediakan lahan untuk pembanmgunan rumah warga korban pergerakan tanah di Kp. Benyang, masih di desanya.

Sekretaris PC Nahdlatul Ulama (NU) Garut, Deni Ranggajaya mengatakan, guna memulihkan kehidupan warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Sindangsari Kecamatan Cisompet, harus dilakukan secara gotong royong, baik dari Pemerintah ataupun masyarakat sendiri.

“Memang melihat kondisi para korban di Cisompet ini masih memerlukan uluran tangan dari kita semua,” ujar Deni, ditemui di Kantor Desa Sindangsari Kecamatan Cisompet usai mengunjungi dan memberikan bantuan untuk para korban pergerakan tanah di Cisompet, Rabu (2/11/ 2016)

Adapun bantuan yang disalurkan PC NU Garut kemarin, berupa pakaian, beras dan barang-barang lainnya. Menurut Deni barang-barang tersebut merupakan bantuan dari warga Nahdiyin, dari berbagai daerah, termasuk dari PC NU Istimewa Taiwan.” Saya dapat informasi dari wartawan, kalau PC NU belum mengirimkan bantuan ke Cisompet, makanya sekarang kami ke sini bawa bantuan,” tuturnya. (Dhief)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI