Patut Dicontoh! Tiap Tahun Majlis Tarbiyah Bagikan Sembako Bagi Warga Miskin

WANARAJA, (GE).- Sikap terpuji ditunjukkan Pimpinan Majlis Tarbiyah Wanaraja, K.H. Benghan Syarifudin. Setiap pergantian tahun baru Islam majlis yang dipimpinnya rutin membagikan paket sembako untuk warga kurang mampu.

“Tahun ini, kita menyebar 6.500 paket sembako untuk warga kurang mampu. Paket sembako yang diberikan merupakan sumbangan dari para muzaki anggota Majelis Tarbiyah, sebagai bentuk syukur dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1438 Hijriyah,” kata Benghan, di Kampung Bojong, Kecamatan Wanaraja, belum lama ini.

Para Muzaki di majlis ini terdiri dari kaum pengusaha, tokoh, dan birokrat di sejumlah wilayah seperti Garut, Bandung, Tasikmalaya, hingga Malang. Melalui kegiatan tersebut, Benghan berharap setiap muslim dapat lebih memperhatikan sesama untuk mencapai kesejahteraan umat.


“Sandang pangan merupakan hal utama dalam kehidupan sebuah keluarga. Setiap muslim yang mampu harus dapat memperhatikan saudara mereka yang belum mampu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa sebagai umat kita harus berbagi,” jelasnya.

Menurutnya, pembagian sembako untuk masyarakat ini telah menjadi agenda rutin tahunan majlis yang ia pimpin. Selain paket sembako, para muzaki Majelis Tarbiyah pun memberikan 500 paket hewan ternak berupa ayam kampung hidup secara cuma-cuma.

“Kali ini merupakan pembagian sembako untuk tahun yang keempat. Insyaallah, pada tahun depan kami akan menambah jumlah sembako yang diberikan dan hewan ternak berupa kambing atau domba,” sebutnya.

Selain memberikan sembako bagi masyarakat umum, para muzaki juga kerap memberikan zakat kepada jemaah Majlis Tarbiyah yang belum mampu dalam tiga bulan sekali. “Kalau untuk jemaah, memang sudah rutin juga dilakukan. Waktunya tiga bulan sekali. Sementara untuk masyarakat umum, kami lakukan di saat peringatan Tahun Baru Islam ini,” ucapnya.

Benghan berharap, kegiatan membagikan ribuan paket sembako tersebut bisa melahirkan motivasi umat muslim untuk bersama-sama berbagi terhadap warga kurang mampu.

“Ini murni infak dari para anggota jemaah Majelis Tarbiyah yang tergolong mampu. Untuk paket sembako saja, kira-kira sekitar mencapai Rp162.500.000 dari infak muzaki. Belum termasuk hewan ternak ayam kampung,” ujarnya.

Benghan menyebut warga penerima paket sembako berasal dari tiga kecamatan di Kabupaten Garut, yakni Kecamatan Wanaraja, Karangpawitan dan Pangatikan. Sementara itu, Mamad, 56, seorang warga miskin asal Kecamatan Wanaraja, mengaku senang telah mendapat paket sembako gratis tersebut.

Kakek dua cucu itu menuturkan tidak pernah mendaftarkan diri agar bisa dapat paket sembako gratis. “Saya tidak pernah mendaftar atau didata. Tapi ada seorang ustadz yang datang ke rumah untuk memberi kupon untuk ditukarkan dengan paket sembako di sini,” tuturnya.

Penggunaan kupon dalam kegiatan ini ditujukan agar pembagian paket sembako berjalan lancar dan tidak berdesak-desakan. Meski begitu, panitia kegiatan telah mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan dengan menghadirkan sejumlah petugas medis serta personel TNI dan Polri.

Paket sembako yang diberikan terdiri dari minyak goreng, beras, mi instan, terigu, ikan asin, dan lainnya. Tidak hanya memberikan paket sembako, peringatan Tahun Baru 1 Muharam 1438 Hijriyah juga dilakukan dengan pengobatan massal, pawai kendaraan, berbagai perlombaan, serta pengajian. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI