Pasokan Berkurang, Harga Cabe-cabean di Garut Meroket

TARKID, (GE).- Cuaca buruk belakangan ini berdampak buruk pada sektor pertanian. Sejumlah tanaman jenis cabe-cabean mengalami gagal panen. Akibatnya pasokan ke sejumlah pasar tradisional berkurang. Hal tersebut mengakibatkan tingginya harga cabe di pasaran.

Seperti di Pasar ciawitali Garut, harga beragam jenis cabe mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikannya berkisar antara 50 persen sampai 70 persen. Kondisi tersebut, berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sehingga banyak pedagang mengaku sepi.

Salah seorang pedagang, Lin Lin (36) mengatakan, harga cabai tiap harinya mengalami kenaikan. Hal tersebut dipengaruhi minimnya pasokan dari petani.


Menurutnya, cuaca buruk turut mempengaruhi harga jual cabe di pasaran. Akibat tingginya harga cabe, kata Lin Lin, turut mempengaruhi terhadap kuantitas penjualan.

“Karena mahal, banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk membeli cabe,” ujarnya kepada “GE” Senin (31/10/2016).

Masih menurut Lin Lin, biasanya lapak dagangannya dipasok 5 kwintal cabe tiap harinya. Namun sudah beberapa hari, dirinya hanya bisa menerima 2 kwintal cabe. Sehingga permintaan pasar banyak yang tidak terpenuhi.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Guntur Ciawitali Garut, Ahmad Wahyudin mengatakan kenaikan harga cabe sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Kenaikannya hampir 5 ribu setiap harinya.

“Kenaikan terjadi akibat berkurangnya pasokan dari para petani. Contohnya cabe merah gepeng dari Rp.35.000 kini harganya naik jadi Rp. 55.000/ kilo,” ungkapnya.

Kemungkinan, kata Ahmad, kenaikan harga cabe akan terus berlangsung selama cuaca masih belum menentu. Pasalnya, jika cuaca seperti ini, biasanya tanaman cabe kerap diserang hama. (KIM)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI