PascaTerbakarnya Lapas di Bandung, Garut Tampung Puluhan Napi Asal Banceuy

BANYURESMI, (GE).- Dengan dua bus besar, disertai pengawalan ketat satuan Brimob Polda Jabar, 55 narapidana kasus narkoba dari Lapas Narkoba Banceuy Bandung, sekira pukul 14.30 WIB, Rabu, (27/4/ 2016), tiba di Lapas Kelas II B, Garut.

Kedua bus tersebut datang beriringan, masing masing, bus pertama membawa 25 napi, dan bus ke dua ditumpangi 30 napi. Pemandangan menarik terlihat saat para napi turun dari bus. Selain digendeng oleh aparat, setiap lima napi disatukan dalam satu borgol, secara berantai memasuki bangunan Lapas Garut.

Menurut Kepala Lapas Kelas II B Garut, Budi Avianto, pada awalnya warga binaan yang akan dipindahkan dari Banceuy hanya 50 orang. Namun terdapat tambahan lima narapidana, dan itu tidak menjadi masalah karena dia memastikan fasilitas masih mencukupi.

“Tadi malam informasinya memang cuma ada 50 warga binaan yang akan dipindahkan ke sini. Tapi ada tambahan lima lagi jadi total 55 orang,” ujar Budi usai pemindahan di Lapas Kelas II B Garut, Rabu (27/4/2016).

Penambahan lima narapidana itu, lanjut Budi, karena kapasitas di Lapas Garut masih kosong. Saat ini penghuni Lapas Garut sebanyak 456 narapidana. Sedangkan kapasitas Lapas sebanyak 529 narapidana.

“Jadi ada 55 tambahan ini jadi total penghuninya 511. Belum over kapasitas. Itu juga jadi pertimbangan penambahan napi ke sini,” katanya.

Budi menambahkan, sebelum ditempatkan di sel tahanan, para narapidana tersebut akan masuk ke dalam ruangan karantina. Waktu yang diberikan kepada narapidana di ruang karantina selama 7 sampai 15 hari, tergantung sikap dan perilaku para napi itu sendiri.

“Tergantung dari individunya sendiri. Bisa cepat menyesuaikan atau tidak,” katanya.
Budi menambahkan, dari 55 narapidana tersebut terdapat satu warga negara asing. Para narapidana pun akan diberi siraman rohani selama menjalani masa karantina.

“Yang agama islam kami pesantrenkan. Yang nasrani kami beri kebaktian dulu. Setelah itu baru akan dicampur,” ucapnya.

Selain kapasitas yang masih mencukupi, menurut Budi pengamanan di Lapas Garut masih tinggi. Nantinya para narapidana pindahan tersebut akan permanen berada di Lapas Garut.

“Kecuali jika tak berhasil dibina bisa dipindahkan. Kami juga sudah mengantisipasi agar tidak ada keributan seperti yang terjadi di Lapas Banceuy,” ujarnya. (Slamet Timur/Useu G Ramdani).***