Pascakebakaran Pasar Leles, Fuslabfor Mabes Polri Segera Lakukan Pemeriksaan

Pemandangan saat terjadinya kebaran di Pasar Leles, Kabupaten Garut, Senin (11/9/17) petang.

GARUT,(GE).-  Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, direncanakan segera melakukan pemeriksaan Pasar Leles untuk mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi Senin (11/9/17) kemarin.  Sementara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pasar, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindagpas ESDM) juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan sosialisasi kepada para pedagang korban kebakaran, Rabu (13/9/17).

Menurut Kanit Identifikasi Polres Garut, pihaknya telah menghubungi tim Puslabfor Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran. Namun ia sendiri belum bisa memastikan kapan pemeriksaan akan dilakukan, dan police line di sekitar pasar tidak akan dicabut sampai proses pemeriksaan dari Puslabfor dilakukan.

Akibat peristiwa kebakaran di Pasar Leles, Senin (11/9/17) sore, kerugiannya akibat kebakaran ditaksir lebih dari Rp 2 milyar. Hitungan tersebut muncul setelah dilakukan pendataan dan ditemukan ratusan kios dan los yang terbakar ditambah sejumlah rumah yang terdampak kebakaran.


Komandan Koramil Leles, Kapten Danzaini menyebut, peristiwa kebakaran yang terjadi di Kampung Pangkurisan, Rt.3/9, Desa Leles, Kecamatan Leles itu sedikitnya membakar 171 kios dan los milik pedagang. Dari jumlah 171 itu, 161 diantaranya adalah jongko dan kios-kios, sedangkan sisanya yang berjumlah 9 adalah los yang berada di blok C dan D.

“Berdasarkan informasi yang kita himpun tadi pagi (kemarin), jadi api ini diketahui mulai muncul di salah satu kios milik pedagang kelontongan hingga akhirnya merembet ke los dan kios-kios di sekitarnya. Selain kios dan los yang terbakar, ada juga rumah warga yang berada di sekitar pasar yang terkena dampak, jumlahnya ada 11,” ujarnya, kemarin.

Danzani menyebut jika kesebelas rumah yang terkena dampak itu tujuh diantaranya berada di Kampung Pangkurisan Kidul, dan empat lainnya berada di Pangkurisan Wetan. “Jumlah kerugian materil akibat peristiwa kebakaran kemarin saat ini sedang dalam penghitungan, namun informasi awal dari Kepala Bidang Pasar, nulainya mencapai Rp 2,654 milyar,” ungkapnya. (Tim GE)***

 

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI