Pascabanjir dan Longsor Malangbong, Sejumlah Anggota Ormas Turun Tangan Bantu Korban

Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) tampak bahu membahu membantu korban banjir bandang di kawasan Malangbong, Kabupaten Garut, Sabtu (25/11/17)/ foto: TAF/GE.

GARUT, (GE).- Dampak dari banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan Malangbong, Kabupaten Garut beberapa hari yang lalu menisakan kerusakan infrastruktur cukup serius. Hingga saat ini kondisi di lokasi musibah mulai dilakukan proses normalisasi. Sejumlah elemen masyarat terjun langsung untuk membantu masyarakat yang jadi korban.

Selain pihak aparat keamanan, mulai dari anggota Polsek, Koramil, Camat dan staf, sejumlah ormas dan organisasi kpemudaan turut serta dalam pemulihan pascabanjir. Tampak dalam kegiatan pembersiahan sisa material banjir diantaranya  Pemuda Pancasila, Front Pembela Islam, Banser, FKPM, Resimen Santri dari pondok pesantren, Pendamping Lokal Desa, Pendamping PKH , Tagana, BPBD, Karang Taruna, dan sejumlah warga masyarakat lainnya.

Beberapa aparat dari TNI- Polri bersama anggota ormas dan masyarakat bergotong royong membersihkan material sisa banjir dan longsor di kawasan Malangbong, Sabtu (25/11/17)/ foto:TAF/GE.***

Sebelumnya banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan Malangbong dan sekitarnya pada hari Rabu (22 /11/17). Musibah yang dawali guyuran hujan lebat ini terjadi sekira  pukul 14.00 WIB sampai dengan Jam 18.00 WIB. Akibat terjangan banjir tersebut, salah satu daerah yang terdampak paling parah diantaranya Kampung Cipeuyeum dan Kampung Cijanur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.


Banjir bandan disertai longsor tersebut dipicu meluapnya air dari dua sungai, yakni sungai Citatapa dan Cideres. Akibat terjangan banjir bandang ini salah satu rumah milik warga bernama H. Ujang , jebol. Akibatnya, hampir  seluruh isi rumah termasuk satu unit kendaraan milik warga terbawa arus banjir.

Sementara di Kampung Cijanur, luapan air ditenggarai  terjadi akibat  penyempitan jembatan sehingga air yang datang berputar dan naik ke perkampungan itu  hingga ketinggiannya mencapai 1,5 – 2 meter.

Selain di dua daerah tersebut, banjir bandang di kawasan Malangbong juga menerjang beberapa perkambungan warga lainnya yang dipicu oleh meluapnya air sungai Cikurutug, Desa Malangbong yang berdampak pada rusaknya jembatan di daerah Tanjaknangsi, Desa Malangbong.

Wilayah lainnya yang terdampak banjir dan longsor diantaranya daerah Ciwahang, Desa Sukamanah juga terjadi banjir bandang yang berasal dari perbukitan sekitar wilayah tersbut. Aliran banjir melewati jalan dan selokan kemudian menimpa perkampungan.

Demikian diungkapkan Camat Malangbong, Kabupaten Garut, Teten Sundara, Minggu (26/11/17).

Menurtu catattan Camat Malangbong, musibah banjir dan longsor tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur di beberapa desa yang meliputi, Desa Girimakmur, Desa Campaka, Desa Mekarmulya, Desa Cihaurkuning, Desa Cikarag, Desa Barudua, Desa Cinagara dan Desa Sekarwangi.

“Akibat musibah ini kegiatan perekonomian masyrakat tersendat, serta mengakibatkan kerugian material  yang ditaksir miliaran rupiah,” ungkat Teten Sundara, yang merupakan Camat Malangbong.

Kondisi Bukit Leuwi Monyet di kawasan Malangbong pascalongsor yang waktunya bersamaan dengan banjir bandang, beberapa hari yang lalu./ foto:TAF/GE.***

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan siap siaga bencana Malangbong masih melakukan investigasi dan penelusuran  guna normalisasi lokasi bencana.

Tim gabungan TNI-POLRI bersama Muspika, Ormas OKP, dan Masyarakat  mulai menyisir  lokasi dampak banjir bandang dipimpin langsung Camat Malangbong, Teten Sundara.

Dari pantauan garut-express.com, Sabtu (25/11/17) sejumlah tim dari beberapa elemen masyarat tampak melakukan pembersihan material longsor dan banjir  di sejumlah perkampungan warga dan sepanjang aliran sungai Citatapa, Ciwahang, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong.

Selain itu, tim Desa Malangbong yang dikomandoi  Kades Adang melakukan penyisiran di muara yang  diduga  penyebab datangnya aliran air, yaitu bukit Leuwi Monyet, dan Puncak Indah kawasan Gunung Cakrabuana.  Menurut Arif, salah seorang staf desa setempat,  bukan hanya daerah Tanjak Nangsi yang jembatannya terputus, longsor dan banjir juga meluluhlantakkan  sumber Sarana Air Bersih  (SAB)  yang biasa digunakan warga Desa Malangbong. (TAF Senopati) ***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI