Para Pengusaha Hotel-Restoran Tak Sadar Bayar Pajak, Bupati: “Itu Penggelapan Pajak”

Rudy Gunawan, Bupati Garut.***

GARUT, (GE).- Potensi pajak hotel dan restoran di Kabupaten Garut hingga saat ini masih tetap rendah. Kontribusi pajak kepada Pemkab Garut dinilai sudah tidak logis lagi, dengan besaran yang hanya Rp 200 ribu per hari. Demikian diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan, beberapa hari yang lalu.

“Kalau cuma Rp 200 ribu kan bangkrut namanya. Kabupaten Garut memiliki destinasi wisata terkenal di Jabar, serta memiliki banyak restoran dan hotel untuk melayani wisatawan. Namun, para pengusahanya belum sadar untuk tertib membayar pajak,” ungkapnya.

Dikatakannya, para pengusaha restoran banyak yang bayar hanya Rp 6 juta per bulan. Upaya pemerintah untuk mendongkrak potensi pajak itu telah dilakukan dengan menerapakn sistem tapping box untuk mengukur pajak yang diterapkan pemerintah.


“Namun, banyak pengusaha tidak mau menerapkan sistem tapping box itu dengan alasan sistemnya tidak sesuai. Kita gak permasalahkan, asalkan bayar pajaknya sesuai dengan pendapatan,” tukasnya.

Ia menambahkan, rendahnya pajak dari sektor restoran dan hotel itu berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Garut. Pihaknya menargetkan, PAD Garut sebesar Rp 50 miliar per tahun, sementara baru tercapai Rp12 miliar. “Target kita itu Rp50 miliar per tahun, sekarang cuman Rp12 miliar,” katanya.

Bupati mengimbau, pengelola hotel dan restoran agar jujur dalam membayar pajak, jika tetap melanggar akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

” Kita akan proses hukum jika membandel, itukan penggelapan pajak,” tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI