Para Pengikut “Jendral NII” Takluk kepada Polisi. Iwan cs pun Salat Berjamaah Menghadap Barat

KARENA dilarang polisi, sejumlah pengikut Sensen Komara “Sang Jendral dan Rasull NII”, terpaksa salat di Masjid Mapolres Garut sambil mengadap arah barat, Selasa (4/4/17). Mereka pun bermakmum kepada umat muslim lainnya. (Useu G. Ramdani/GE)***

GARUT, (GE).- Karena dilarang polisi, beberapa orang pengikut Sensen Komara yang akan melakukan salat menghadap timur di masjid Mapolres Garut, akhirnya ikut berjamaah dengan menghadap kiblat arah barat. Namun, salah seorang pengikut aliran ini, Iwan, mengaku hatinya tidak menerima.

“Ini semua saya lakukan dengan terpaksa, karena menghargai petugas kepolisian yang melarang saya untuk salat menghadap timur,” kata Iwan (53) kepada “GE” di sela pemeriksaan oleh petugas Polres Garut, Jawa Barat, Selasa (04/3/17).

Awalnya, Iwan bersama temannya berniat melakukan salat menghadap timur. Iwan beralasan, sampai saat ini belum ada perintah dari Sensen Komara – yang selama ini mengklaim dirinya Presiden dan Rasul NII, untuk mengubah arah salat. Kalau ada perintah dari “Sang Jendral NII” itu, kata Iwan, mereka akan mengubah arah salatnya sesuai perintah Sensen.


Iwan menambahkan, pengikut NII yang melaksanakan salat menghadap timur di wilayah Kecamatan Pakenjeng berjumlah lebih dari 80 orang.
“Jumlah kami yang dewasa hanya sepuluh. Tapi di sana (Pakenjeng/red) ada 80 anak-anak kami yang juga ikut (salat ke arah timur),” kata Iwan.
Iwan mengklaim, ada ribuan orang pengikut NII di Kabupaten Garut.

“Jumlahnya 2.002 orang di Garut. Selain di Garut, banyak juga yang di Jakarta, Indramayu dan Semarang,” ucap Iwan.
“Kami yakin pada Pak Sensen, karena kan dalam agama juga akan ada nabi yang datang di akhir zaman. Tapi hingga kini kami tunggu-tunggu kan enggak ada. Nah, dari situlah kami yakin Pak Sensen ialah Nabi kami,” kilah Iwan. (Useu G. Ramdani/Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI