Panwaslu Wanaraja Gelar Sosialisasi Pengawasan Secara Maraton

GARUT,(GE).- Dengan tibanya tahapan Kampanye Pemilukada serentak 27 Juni (2018) mendatang, sejumlah agenda digelar secara intensif oleh jajaran komisioner Panwaslu Kecamatan Wanaraja.

Setelah sebelumnya menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif terhadap sejumlah tokoh masyarakat, BPD dan alim ulama, kali ini kegiatan yang sama digelar dengan sasaran berbeda.


Sejumlah tamu undangan dari kalangan pemilih pemula, keorganisasian pelajar, ASN dari kalangan pendidik, para pegiat Pemilu, kaum buruh, pengemudi angkot dan pelaku jasa transportasi lainya hadir memadati aula gedung PGRI Wanaraja, Sabtu (24/2/2017).

Disamping itu Agenda Rakernis kepada sejumlah Panwaslu Desa juga digelar dihari yang sama. Sebanyak 9 orang Panwaslu Desa se Kecamatan Wanaraja dibina mengenai tekhnis pengawasan jelang pase kampanye Pebruari ini. Dalam memantapkan kinerjanya, Seluruh Panwaslu Desa dibekali materi tekhnis dan diwajibkan melakukan pelaporan bersipat periodik setiap 3 hari sekali.

Menurut Komisioner Panwaslu Wanaraja dari divisi hubungan antar lembaga, Asep Burhanudin S.Pd.I., peran dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan dalam rangka pengawasan jalannya proses Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018.

Asep berharap, proses demokrasi yang akan dilaksanakan bisa berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas.

“Sosialisasi partisipatif ini sebagai tindakan pencegahan dari terjadinya pelanggaran-pelanggaran Pemilu di Kecamtan wanaraja. Sehingga pemilu dapat dilaksanakan secara aman, tertib, lancar dan damai. Karena itu, Panwaslu Kecamatan Wanaraja mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat supaya potensi terjadinya pelanggaran dapat terminimalisir,” ungkapnya.

Menurut Asep, sosialisasi ini adalah bentuk mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Selain membentuk berbagai regulasi terkait pengawasan pemilu, diharapkan pelanggaran pemilu semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta Pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran.

“Hal ini suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu. Dan enaknya di Wanaraja ini, respon serta dukungan terus mengalir. Di sini, setiap kita laksanakan kegiatan, seluruh elemen dari pihak Forkopim Kecamatan Wanaraja selalu suport hadir di lokasi memaparkan arahanya,” jelas Asep.

Sementara itu, salah seorang pemilih pemula dari kalangan pelajar, mengaku senang setelah menerima berbagai materi terkait Pemilukada dan fungsi pengawasanya. Sebelumnya, Dewi ( 17 ) calon pemilih pemula dari sebuah SMA swasta di Wanaraja, mengaku kebingungan menjelang menggunakah hak pilih perdananya nanti.

” Sebelumnya belum faham betul tentang kenapa saya diundang hari ini. Ternyata setelah tadi menyimak materi dari PPK dan juga Panwaslu, baru saya mengerti. Alhamdulillah selain sudah boleh mencoblos, kita juga pemilih pemula boleh turut mengawasi ditengah masyarakat,” katanya. (Doni Melody)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI