Panti Ghorim Al-Ma’un Solusi Golongan Terlilit Utang

Ketua Umum Yayasan NWCAG, Oon Sahroni (ke-2 dari kiri) menggandeng Kades Wanakerta, Ii Sunarkawan (ke-3 dari kiri) saat menancapkan tugu Panti Ghorim. Belum lama ini. /Ilham Amir.'GE'

KETIKA kita menunaikan rukun Islam yang ke-3, yakni zakat, dari 8 asnap yang harusnya mendapatkan bagian. Adakalanya, malah menjadi 3 asnap, yaitu fakir, miskin dan amilin. Bahkan golongan ghorim (terlilit utang), sepertinya terlupakan. Hal tersebut mengetuk hati Ketua Yayasan Nyimas Wangi Cibatu Agung Galunggung, Oon Sahroni untuk membantu, membina dan menyantuni para ghorim.

Tersentuk akan nasib kaum terlilit utang, Yayasan Nyimas Wangi Cibatu Agung Galunggung (Yayasan NWCAG) mendirikan sebuah panti bernama Panti Ghorim Al-Ma’un, tepat pada Sabtu (25/03/2016) di Kampung Babakan Kandang, RW 14, Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu dengan visinya “Solusi Golongan Ghorim melalui Pemberdayaan Tepat Guna (PTG)” diresmikan.

“Awalnya gagasan pendirian Panti Ghorim Al-Ma’un itu, selain melihat para ghorim terlupakan setiap ada pembagian zakat fitrah, juga pada Tahun 2007, sebelum mendidirkan Yayasan Nyimas Wangi Cibatu Agung Galunggung, saya berwisata rohani ke makom Syeikh Ghorim yang terkenal semasa hidupnya selalu membantu meringankan orang-orang terlilit utang piutang. Hal itu semakin menggugah hati saya untuk melanjutkan perjuangannya dengan mendidirikan Panti Ghorim,” ujar Oon Sahroni.

Panti Ghorim Al-Ma’un itu, kata Oon, programnya akan memberikan sumbangsih kepada golongan ghorim yang mengacu kepada Al Qur’an, diantaranya orang terlilit utang piutang bukan karena perbuatan haram. Melainkan orang tersebut benar-benar sudah tidak mampu membayarnya. Maka panti ini akan memfasilitasinya melalui pemberdayaan yang tepat guna. Minimal orang yang terlilit utang piutang itu tidak berbuat negatif.

“Panti ini merupakan suatu proses untuk membangun mereka yang terlilit utang piutang ke arah perbaikan melalui penggalian potensinya serta berupaya merubah sikap menuju kehidupan yang mandiri. Sehingga mereka bisa terlepas dari segala beban penderitaan akibat utang piutang,” bebernya.

Dikatakannya, meskipun Panti Ghorim Al-Ma’un ini tempat persinggahan sementara, pihak yayasan telah memulai mendirikan bangunannya berkonstruksi bambu secara bertahap. Bangunan itu terdiri dari bangunan asrama tempat tidur, rumah awi tempat bertukar pikiran, Majlis do’a, life skill, baitul mal dan dapur umum.

“Sedangkan untuk pemberdayaannya, di sekitar bangunan tersebut disediakan area tempat pemberdayaan pertanian, perkebunan, dan perternakan, agar para ghorim tidak berpangku tangan setelah melakukan tukar pikiran, dan memanjatkan do’a di Majlis Do’a,” papar Oon Sahroni.

Siapa saja, lanjutnya, bagi para ghorim, atau orang-orang yang terlilit utang piutang bisa datang ke Panti Ghorim Al-Ma’un guna mencari pintu solusi.

“Insya Allah, kami akan mengarahkan, dan membinanya, serta akan disantuni oleh Himpunan Insan Peduli Ghorim Yayasan Nyimas Wangi Cibatu Agung Galunggung, atau Hipgho Yayasan NWCAG. Sehingga rasa bingung dan kesulitan yang selalu menemui jalan buntu karena utang piutang bisa diantisifasinya Hipgho,” kata Ketua Umum Yayasan NWCAG.

Hipgho itu, tutur Oon, merupakan salah satu program Yayasan Nyimas Wangi Cibatu Agung Galunggung. Sementara ini ada 2 jenis Hipgho yang bergubungan dengan Panti Ghorim, yaitu Hipgho bidang kemanusiaan dan Hipgho bidang keagamaan.

“Hipgho bidang kemanusiaan, adalah Hipgho yang berperan untuk menyantuni ghorim. Dan Hipgho bidang keagamaan berfungsi membina mental dan mentalitas para ghorim. Ke dua Hipgho itu diatur dalam anggaran dasar Yayasan NWCAG,” papar Oon.

Oon mengajak kepada mereka yang mempunyai hasrat peduli terhadap para kaum ghorim, apalagi berminat untuk bergabung dengan himpunan insan peduli ghorim untuk membantu meringankan sesama.

Sementara itu, terkait dengan berdirinya Panti Ghorim yang didirikan oleh Yayasan NWCAG, Kades Wanakerta, Ii Sunarkawan mengatakan, selagi kegiatan itu sifatnya positif sesuai dengan aturan pemerintah dan agama, dirinya turut serta mendukung. (Ilham Amir)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN