Pameran Alutsista Warnai Acara Wisuda di Universitas Garut

GARUT, (GE),- Ada warna lain dalam acara wisuda Universitas Garut (Uniga) tahun ini (2016). Selain prosesi reguler tahunan, yakni “rhytual” pengesahan gelar kesarjanaan untuk para wisudawan dan wisudawati, pada kesempatan kali ini acara wisuda diramaikan dengan digelarnya pameran peralatan tempur milik TNI AD.

Dalam kesempatan ini, Batalyon Infanteri (Yonif) 301 Prabu Kian Santang memamerkan belasan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) di kompleks Kampus Uniga. Sejumlah perkakas perang yang dipamerkan tersebut mayoritas buatan PT.Pindad, semisal SS1 V1, MO 81 Norinco, SMB CIS 50 MG, termasuk senjata api jenis SPR-2 CAL 12,7 mm, yang pada saat pameran menjadi primadona para peserta wisuda maupun pengunjung untuk dijadikan latar ber-selfie ria. Sabtu (10/12/2016)

Menurut Sersan Kepala (Serka) TNI . Suhanto, pameran tersebut digelar dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang jenis-jenis senjata yang digunakan TNI dalam menjalankan tugasnya. Disamping itu, pameran juga dimaksudkan sebagai bentuk transparansi TNI demi menjalin kedekatan dengan masyarakat.


“Semua komponen masyarakat itu terlibat dalam bela negara, TNI adalah rakyat dan rakyat adalah TNI,” tegasnya

Terkait senjata jenis SPR-2 CAL 12,7 mm buatan PT Pindad, dikatakannya senjata ini merupakan keluaran teranyar yang memiliki kemampuan cukup mumpuni untuk jenis senapan di kelasnya. Bahkan, Serka Suhanto menyebutkan, hanya empat negara saja yang mampu membuat senjata jenis tersebut, salah satunya adalah Indonesia.

“Ya, dengan panjang total 1,755 mm, SPR-2 mampu menembus plat baja setebal dua centi meter dengan jarak tembak maksimal 1000 meter,” jelasnya.

Dijelaskannya, sejumlah senjata karya anak bangsa ini memang sudah diakui dunia internasional. Hal ini telah dibuktikan dalam berbagai perlombaan menembak di beberapa negara. Bahkan, dengan senjata buatan dalam negeri, Indonesia berhasil mempertahankan predikat sebagai juara umum dalam ajang perlombaan menembak Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) yang digelar di Austria, 3 sampai 30 Mei 2016 lalu, dan ASEAN Armies Rifle Meeting (AARM) 2016.

Dalam perlombaan AASAM, Tim menembak TNI sukses meraih 23 medali emas, 14 perak dan 7 perunggu. Sementara dalam lomba ASEAN Armies Rifle Meeting (AARM) 2016, Indonesia sukses membawa 20 mendali emas, 14 mendali perak dan 14 mendali perunggu.

“Kita sangat berbangga, tentara kita selain pandai menembak juga pandai mengurus senjata, memperbaiki dan merawat, itulah kelebihan tentara kita. ” Tegasnya. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI