Pajak Kendaraan Dinas Garut Nunggak Hingga Rp 600 Juta, Bupati Rudy Gunawan “Nafsu Kapegung”

KOTA, (GE).- Samsat Garut mengeluarkan data yang cukup mencengangkan. Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Garut telah menunggak pembayaran pajak hingga Rp 600 juta.

Kepala Samsat Garut, Erry, mengatakan alasan belum dibayarnya pajak sebesar Rp 600 juta tersebut tersebar di tiap dinas di lingkungan Pemkab Garut tersebut, bukan karena kelalaian. Tetapi karena sulit untuk mencari kelengkapan administrasinya.

Menurut Erry, tidak adanya kelengkapan BPKB dan jauhnya lokasi masing-masing dinas termasuk mobil dinas UPTD di 42 kecamatan di Garut, menjadi salah satu kendala keterlambatan pembayaran kendaraan.

“Oleh karena itu, kami akan jemput bola datang langsung dengan kendaraan pelayanan keliling milik samsat, untuk mendatangi para wajib pajak tersebut di dinas masing-masing,” janji Erry.

Mengetahui banyak kendaraan dinas yang nunggak, Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengancam akan mencopot Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Garut dari jabatannya, apabila dalam kurun lima hari kedepan tidak bisa menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan bermotor senilai Rp 600 juta, atau 20 persen dari total jumlah kendaraan dinas.

“Saya tidak tahu, alasan dinas terlambat dalam membayar pajak sebagai wajib pajaknya. Padahal masing-masing dinas sudah memiliki anggaran yang sudah bisa dialokasikan untuk membayar pajak kendaraan,” ujar Rudy, Senin (9/5/2016).

Rudy pun memberikan batas waktu selama lima hari, untuk seluruh dinas menyelesaikan pembayaran pajaknya.

“Apabila tidak terpenuhi, maka saya tidak akan segan-segan akan mencopot kepala DPPKA yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut”, tegasnya. (Farhan SN)***