Pabrik Pengolahan Pakan Ternak di Garut Ditutup Paksa Satpol PP dan Warga

GARUT – Bau busuk menyengat dari PT. Dae Yool yang berlokasi di Kampung Bojonglarang, Kacamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengganggu kenyamanan warga di lima kecamatan. Kesal dengan kondisi tersebut, warga sekitar dan LSM GMBI mendatangi Pemkab Garut dan mendesak agar perusahaan yang bergerak di bidang pakan ternak tersebut segera ditutup.

“Sudah bertahun-tahun perusahaan milik orang Korea ini berdiri. Meski sempat beberapa kali ditutup tapi masih membandel menjalankan usahanya,” ujar Ketua GMBI, Ganda Permana, Jumat (11/5/18).

Sebelumnya, kata Ganda, Rabu 9 Mei 2018 GMBI Distrik Garut bersama ribuan warga korban pulusi udara bau busuk bulu ayam mengelar aksi gerakan moral kepada plt Bupati, DPMPT, Dinas LH dan Satpol PP Kabupaten Garut. Tujuannya menuntut penutupan PT Dae Yool.


Menurutnya, warga sekitar sudah tak tahan akibat polusi udara bau busuk menyengat kepada warga di lima kecamatan yakni Garut Kota, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan Tarogong Kaler dan Kecamatan Tarogong Kidul meliputi 13 Desa dan Kelurahan.

Masih menurut Ganda, ketika dipertanyakan perizinan dari PT Dae Yoll dinyatakan ilegal dan ketika dipertanyakan izin ligkungan Dinas LH pun menyatakan tidak berizin. Karena sudah jelas tidak memiliki izin GMBI bersama perwakilan warga korban mendesak Satpol PP untuk membongkar dan menutup pengoperasian perusahaan pakan ini.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Garut, Dede Rohmansah, PT. Dae Yool  sudah kerap ditutup. Namun, pengusaha tersebut nekat beroperasi kembali.

” Sudah kami tutup, tapi mereka beroperasi lagi,” kata Dede.

Dede mengaku, pihaknya kerap mendengar keluhan warga akibat polusi yang keluar dari PT. Dae Yool.

” Kami akan tutup operasi PT. Dae Yool. Mereka telah melakukan pelanggaran. Bangunannya akan diratakan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kadis Lingkungan Hidup, Asep Suparman. Pihaknya baru mengetahui dari media massa bahwa PT. Dae Yool beroperasi lagi.

” Bukannya sudah ditutup perusahaan itu? Kalau membandel, aparat penegak hukum harus segera bertindak,” singkatnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI