Omzet Penjualan Menurun, Pedagang Ayam Potong Mengeluh

GARUT, (GE).- Sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Guntut Ciawitali, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluh. Belakangan omzet penjualan mereka menurun. Bahkan mencapai 50 persen. Mereka menduga, melonjaknya harga ayam menjadi penyebab lesunya penjualan.

“Sepi sekarang mah. Biasanya dalam sehari habis 2 kuintal. Tapi minggu-minggu belakangan ini setiap hari yang terjual paling sebanyak 1 kuintal,” kata Endang (51), kepada “GE”, Senin (27/3/17).

Menurut ayah tujuh anak ini, mereka terpaksa menaikkan harga jual karena harga dari bandar ayam mengalami kenaikkan. Semula, mereka bisa menjual ke konsumen Rp 26.000/kg untuk ayam boiler, Rp 30.000/kg ayam kampung. Sekarang harga jual Rp 30.000/kg ayam boiler, Rp 50.000/kg ayam kampung.


Tetapi, lanjut Endang, kalau pembelian partai besar, harganya masih bisa diturunkan. Endang tidak hanya menjual eceran, melainkan juga untuk kebutuhan lebih besar. Seperti syukuran pernikahan dan lainnya.

Beruntung, kata Endang, lesunya omzet penjualan eceran bisa tertutupi oleh permintaan untuk acara hajatan. Setiap bulan, ada saja yang memesan untuk pesta pernikahan dan lainnya.

“Atau untuk mengisi kebutuhan usaha catering dan hotel-hotel,” pungkasnya. (SMS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI