Ny. Hj. Teddy Iskandar : Ketua PKK Tingkat Desa Tak Mesti Perempuan

SELAMA ini yang namanaya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) selalu diidentikan dengan kaum perempuan. Namun pada kenyataannya tidaklah seperti itu, kaum laki-lakipun kini dituntut untuk bisa berperan dalam program PKK.

Menurut wakil ketua II tim penggerak PKK Kabupaten Garut, Ny. Hj. Teddy Iskandar, berdasarkan hasil rakernas ke-8, yang berlangsung pada November tahun 2015 lalu, disebutkan jika yang menjadi Camat atau kepala desanya perempuan. Maka, otomatis yang menjadi ketua penggerak PKK tingkat Kecamatan atau tingkat Desa harus suami dari pejabat yang bersangkutan.

“Saya harap, hasil rakernas tersebut benar-benar dilaksanakan. Namun, berdasarkan hasil rakernas itu, jika memang keberatan, yang bersangkutan bisa memandatkan tugasnya kepada orang lain, dengan cara menunjuk seorang wakil. Sehingga semua tugas bisa dilimpahkan dan dilaksanakan oleh wakilnya tersebut,” tuturnya.


Dijelaskannya, hasil rakernas ke-8 tersebut memeang belum banyak di ketahui oleh masyarakat. Sehingga saat ini, hal tersebut masih belum diterapkan di Kabupaten Garut.

“Oleh karena itu, para pengurus PKK tingkat Kabupaten di tahun ini (2016/red.), terus melaukan sosialisasi, baik tingkat Kabupaten, Kecamatan ataupun tingkat Desa.” Tandasnya.

Diharapkannya, dengan terus disosialisasikan, masyarakat akan lebih memahami pentingnya PKK, dan menjalankan kegiatan PKK itu tidak harus di laksanakan oleh kaum perempuan saja.

“Dengan terus disosialisasikan, diharapkan masyarakat akan lebih memahami arti penting keberadaan PKK ini,” kata Hj. Teddy, saat dijumpai “GE” dalam kegiatan bina wilayah oleh tim Penggerak PKK Kabupaten Garut, yang berlangsung di Kampung Pasirganas, Desa Karangtengah, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, belum lama ini. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI