Normalisasi Situ Bagendit, PT. Banyuresmi Artha Hanya Berbekal Permohonan Bupati

STUDI proyek normalisasi memang terkesan janggal dan dipaksakan. Pasalnya, sebelum proses lelang dilakukan perusahaan yang akan melakukan proyek ini sudah diumumkan terlebihdahulu. Bahkan PT. Banyuresmi Artha yang nantinya akan melakukan studi normalisasi telah membawa sejumlah alat moderen untuk melakukan pengerukan.

Direktur PT. Banyuresmi Artha, Deden Wahyudin mengatakan sejak awal pihaknya diminta Bupati Rudy Gunawan untuk melakukan eksplorasi di Situ Bagendit. Saat ini, pihaknya akan melakukan penelitian awal terhadap proyek normalisasi dan pengerukan Situ Bagendit.

“Ini kan baru proses studi kenapa sudah heboh. Saya terus terang saja berspekulasi dalam proyek ini,” ujar Deden.

Ia mengklaim penelitian awal ini disepakati dalam bentuk perjanjian tertulis dan sepenuhnya dibiayai sendiri tanpa menggunakan dana pemerintah. Namun dia tak bisa memerlihatkan bukti surat perjanjian tersebut dengan alasan surat tersebut ada di kantornya.

“Saya diminta Bupati untuk melakukan eksplorasi. Bahkan dananya pun dikeluarkan dari perusahaan,” kata Deden, Senin (9/5/2016).

Kendati proyeknya sendiri masih dalam proses lelang, ia menegaskan pihaknya baru melaksanakan studi. Deden menyatakan pihaknya takkan melakukan gugatan ganti rugi terhadap Pemkab Garut meski ternyata lelang normalisasi dan pengerukan Situ Bagendit itu dimenangkan pihak lain. Ia beralasan apa dilakukannya itu semata demi kemajuan Garut, khususnya Situ Bagendit. (Farhan SN)***