Ngeluh Kurang Logistik, Bupati Garut Sebut Kalak BPBD Cengeng

Garut, (GE).- Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD), Dadi Djakaria, cengeng. Bupati kesal, karena Dadi menyebutkan logistik bencana Kabupaten Garut tak siap hadapi bencana.

“Jadi kalau ada kepala BPBD yang menyatakan kekurangan ini itu, cengeng. Makanya akan diganti sama saya,” kata Rudy Gunawan kepada wartawan di halaman Setda Garut, Senin (3/12/18).

Bupati menandaskan, Pemkab Garut telah menyiapkan anggaran Rp 5,5 miliar untuk menghadapi bencana. Dana itu akan dikeluarkan saat terjadi tanggap darurat bencana.


Rudy mengaku, sebagai daerah rawan bencana pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya penyediaan anggaran.

“Sudah dilakukan antisipasi untuk bencana. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) akan diperkuat,” ucapnya.

Rudy membantah jika Pemkab Garut tak memiliki logistik yang cukup untuk menghadapi bencana. Pemkab memiliki anggaran yang cukup untuk menghadapi bencana di musim penghujan.

Persoalan bencana, lanjutnya, tak hanya diselesaikan oleh pemerintah daerah. Pihak provinsi dan pusat juga akan membantu menyelesaikan urusan bencana.

Diberitakan sebelumnya, stok logistik di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut tak mencukupi untuk menghadapi potensi bencana. Padahal Kabupaten Garut jadi salah satu daerah rawan bencana di Jawa Barat.

“Jumlahnya belum direkap. Tapi yang pasti logistik di kami sangat kurang. Terutama untuk makanan siap saji, makanan tambahan gizi, dan lauk pauk,” ujar Dadi.

Selama ini logistik untuk kebutuhan bencana dikirim oleh BPBD Provinsi Jabar dan BNPB. Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima pasokan logistik.

“Stok yang ada sekarang sifatnya manual. Hanya ada tikar, family kit, dan perlengkapan bayi. Sedangkan logistik makanan kekurangan,” katanya.

Dadi menyebut, kebutuhan logistik sangat diperlukan. Apalagi bencana seperti banjir dan longsor sudah beberapa kali terjadi di Garut.

“Sudah ada longsor di Cisompet, Cikelet, Cibalong, dan beberapa wilayah lainnya. Memang masih kecil bencananya dan semoga tidak ada yang besar. Tapi untuk logistik tetap dibutuhkan stok yang cukup,” ucapnya.

Logistik yang ada, lanjutnya, tak memadai untuk penanganan bencana yang sifatnya darurat. Ia berharap, pasokan logistik bisa segera dikirim.

“Jadi jika ada bencana bisa segera kami kirim ke warga yang membutuhkan,” katanya.

Terkait kebutuhan logistik, BPBD juga mendapat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Hanya saja logistik dari kedua dinas itu bukan makanan siap saji.

“Dari Dinsos kan ada dapur umum. Sedangkan beras dari DKP. Jadi ada dinas teknis lain yang membantu saat terjadi bencana,” ucapnya.

Mengantisipasi bencana, tuturnya, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Polres Garut. Penanganan bencana akan dilakukan secepat mungkin. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI