Ngaku Orang Banyuresmi, Jenita Janet Ada Permintaan untuk Bupati Garut

?

SIAPA sangka ternyata pelantun lagu dangdut “Direject” ini memiliki darah keturunan Garut. Tepatnya di Desa Sukaratu, Kecamatan Bayuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jenita Janet pernah dibesarkan. Bahkan meski ia sudah tenar rutinitas berkunjung ke Kota Dodol rutin ia lakukan.

“Kalau sedang tidak sibuk pasti sebulan sekali saya datang ke Garut. Nenek saya kan di Desa Sukaratu Garut,” ujarnya sambil melontarkan senyuman.

Jenita mengaku, semakin hari Kota Garut terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Namun sayangnya pembangunan infrastruktur belum merata. Jika hingar bingar di perkotaan sudah dapat dirasakan namun pembangunan di daerah masih amburadul.

Ia mencontohkan seperti jalan yang masuk ke daerah Sukaratu, kondisinya masih memprihatinkan. Selain jalannya kecil, kontruksinya pun sudah mulai rusak. Sehingga sulit kendaraan untuk melintas.

“Kalau di kotanya sih Garut sudah oke. Tapi dipelosoknya masih amburadul,” kata Jenita kepada “GE” belum lama ini.

Jenita berharap Bupati Garut, Rudy Gunawan lebih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur di daerah. Pasalnya, roda ekonomi daerah seperti di Garut perputaran ekonominya akan banyak dilakukan di pelosok daerah.

“Kalau di Garut kan masih banyak yang berprofesi sebagai petani. Jadi infrastruktur ke pedesaan harus lebih didahulukan,” saran Jenita.

Sebagai informasi, Jenita Janet memulai kariernya sebagai penyanyi dangdut keliling saat masih duduk di bangku SMA. Setelah lulus Ia pernah bekerja di sebuah Bank.

Berkat minat dan bakatnya menjadi penyanyi dangdut, Jenita sempat bergabung dengan grup musik Duo Racun. Namun, karena ketidakcocokan akhirnya Jenita memilih hengkang dari grup musik tersebut dan bersolo karier.

Pada Januari 2013, Jenita Janet merilis single pertamanya yang berjudul Direject. Jenita Janet mulai dikenal masyarakat karena penampilannya di acara musik diberbagai stasiun televisi swasta.

Sebagai penyanyi dangdut, Jenita Janet mempunyai penampilan yang khas, yaitu goyangan Gogo Dangdut serta gaya rambut dan busana warna-warni. Dengan penampilan tersebut banyak masyarakat yang menyebutnya sebagai Katy Perry dari Indonesia. Namun begitu, Jenita menolak disamakan dengan penyanyi asal Amerika Serikat tersebut dan memilih menjadi dirinya sendiri seutuhnya dengan ciri khas yang dia punya.

Meski kini ia tinggal di Jakarta, namun dirinya berharap kedepan Garut bisa jadi kota modern. Tentu saja, kata Jenita, jangan meninggalkan tradisi dan budaya sunda.

“Ramah, santun namun berpikiran maju harus menjadi ciri warga Garut. Sehingga Garut bisa menjadi daerah maju. Saya yakin dengan poptensi yang dimiliki saat ini Garut bisa melangkah lebih jauh,” pungkasnya. Farhan SN***