Nenden Saripah, Bekerja Sebagai Aparatur Desa Demi Sebuah Pengabdian

BAGI Nenden Saripah, mengabdikan diri kepada masyarakat dengan menjadi perangkat desa merupakan pengalaman yang paling berharga dalam rangka menempa kepribadiaannya.

Menurutnya, penempaan kepribadian itu bukan hanya sebatas pendidikan formil saja, tetapi harus diiringi dengan suatu pengalaman kerja. Sehingga tidak ada lagi kalimat sindiran yang menyatakan,”kita hanya pandai berteori saja.”

Dikatakannya, Orang bijak menyatakan, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Oleh karena itu, untuk mencari pengalaman baru, pada tahun 2007 lalu, Ia mengabdikan diri menjadi perangkat Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut dengan menjabat sebagai Kaur Pemerintahan. Kemudian pada tahun 2009 diangkat menjadi Sekdes Mekarasih.


“Ternyata, pengalaman kerja menjadi perangkat desa benar-benar menempa kepribadian saya, terutama dalam hal melatih kesabaran. Karena saya harus bertugas melayani masyarakat selama 24 jam, serta harus tetap memicu etos kerja dalam rangka menimba pengalaman,” ungkap Nenden, belum lama ini.

Diungkapkannya, disamping melaksanalam tugas pokok sebagai sekretaris desa, diantaranya mengoordinasikan penyusunan program, kegiatan, anggaran dan pelaporan serta memberikan pelayanan administratif. “Setiap hari, dari pukul 07.30 WIB, saya harus menyiapkan diri dengan etos kerja untuk melayani kepetingan masyarakat, meskipun kadang tidak ada jeda istirahat,” tuturnya.

“Makanya etos kerja, atau semangat kerja yang tumbuh dari sebuah empiris kerja (pengalaman kerja), akan memotivasi dalam meningkatkan suatu efektivitas kerja. Pasalnya penempaan kepribadian melalui pengalaman kerja yang lama, akan berhasil untuk meraih kinerja yang baik,” katanya. (Ilham Amir)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI