Nekat Berbisnis Daun Ganja, Dua Orang Tukang Ojeg Ini Harus Berurusan dengan Polisi

MAPOLRES, (GE).- Nasib naas dialami dua tukang ojeg, AS (36), warga Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi dan DK (34), warga Desa Neglasari, Kecamatan Limbangan. Alih alih mendapatkan untung dari bisnis haram, kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Garut. Dua tukang ojeg ini diamankan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Garut karena kedapatan membawa daun ganja kering.

“Ya, anggota kita (Satnarkoba Polres Garut/red.) telah mengamankan AS (36), warga Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi dan DK (34), warga Desa Neglasari, Kecamatan Limbangan. Kedua orang yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojeg ini diamankan karena kedapatan membawa narkoba jenis ganja,” ujar Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, Jumat (18/11/2016).

Dijelaskannya, penangkapan dua tukang ojeg tersebut berawal dari laporan warga. Gerak-gerik keduanya dinilai warga sangat mencurigakan. Apalagi sebelumnya, warga juga telah mendapatkan informasi kalau kedua tukang ojeg ini kerapkali menjual barang haram jenis ganja.


“Keduanya ditangkap polisi di kawasan Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi pada Rabu (16/11/2016) siang. Mereka tak dapat mengelak karena polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa ganja kering siap pakai,” ungkap Ridwan.

Diterangkannya, barang bukti berupa dua paket kecil ganja siap pakai itu ditemukan petugas dari masing-masing tersangka. Untuk mengelabui petugas, mereka menyembunyikan paket ganja itu di bungkus rokok yang mereka simpan di saku celana dan saku jaket.

“Kepada petugas, DK mengaku kalau paket ganja yang ada padanya dia dapatkan dari AS. Sedangkan AS mengaku barang haram tersebut diperolehnya dari seorang warga Bandung berinisial M.” Ungkapnya.

Ditambahkannya, kedua tukang ojeg tersebut terancam dijerat Pasal 111 ayat 1 subsider Pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat kurungan penjara selama empat tahun.

Sementara itu “M, “ yang teridentifikasi sebagai warga Bandung dan disebut-sebut tersangka AS telah memasok ganja padanya, kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI