Musim Penghujan Datang, Dua Kecamatan di Garut Diterjang Bencana

GARUT, (GE).- Memasuki musim penghujan, dua kecamatan di wilayah Garut diterjang bencana. Banjir setinggi 80 cm menerjang Kecamatan Pameungpeuk sementara di Kecamatan Cisewu, terjadi longsoran tanah.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Kehumasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat, mengatakan banjir dan longsor menerjang dua kecamatan di kawasan Garut Selatan. Banjir setinggi 80 cm merendam Kampung Cisalam, Desa Bojong Kidul dan Kampung Sinapeul, Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk. Sementara longsoran tanah, kata Riky, menerjang Kampung Cigentur RT 03 RW 04, Desa/Kecamatan Cisewu.

“Hujan lebat di kawasan Kecamatan Pameungpeuk dan Cisewu terjadi sejak Senin sekitar pukul 15.00 WIB hingga Selasa pagi pukul 04.00 WIB. Ini merupakan hujan lebat pertama kali yang terjadi di kawasan tersebut setelah kemarau melanda dalam waktu cukup lama. Akibatnya, bencana banjir dan longsor menerjang dua kecamatan itu,” ujar Ricky.

Saat ini, kata Ricky, aparat pemerintahan dengan dibantu warga bahu membahu melakukan penanganan pascabencana yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pameungpeuk dan Cisewu. Pada Selasa siang mulai sekitar pukul 11.00 WIB, material tanah longsoran mulai dibersihkan.

Sementara di Kecamatan Cisewu, longsor terjadi di Kampung Cigentur RT 03 RW 04, Desa/Kecamatan Cisewu pada Selasa (6/11/2018) pagi. Diungkapkannya, akibat longsor tersebut, 2 buah rumah permanen milik warga setempat terancam. Rumah tersebut masing-masing milik Nunuy (41) dan Wahyu (54).

“Pemilik rumah yang terancam longsoran itu telah dievakuasi ke tempat yang aman yakni di rumah saudara terdekatnya.

Warga bergotong royong menurunkan material bangunan dan mengamankan barang-barang dari dalam rumah,” ucapnya.

Tak hanya membantu mengelurakan barang-barang yang ada di dalam rumah yang terancam longsoran, Doni juga menyebutkan wrga juga bahu membahu memberikan bantuan berbentuk sumbangan melalui Gerbang Cisewu (Gerakan Seribu Membangun Cisewu).

“Alhamdulillah, longsor tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Atasnama pemerintahan, saya mengucapkan terim kasih kepada warga yang telah kompak bahu membahu membantu korban baik dengan menyumbangkan tenaga maupun harta,” kata dia.

Selain itu, jembatan Cipatujah yang menghubungkan Pameungpeuk, Kabupaten Garut dengan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa, 6 November 2018 sekitar pukul 04.00 WIB, mengalami kerusakan akibat hujan lebat dan debit banjir Sungai Ciandum Cipatujah yang tinggi. Hal ini mengakibatkan lalu lintas terputus karena baik kendaraan maupun manusia tidak bisa melintas. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI