Muscab Apdesi Garut 2017, Dede Kusdinar Terpilih jadi Ketua Perioide 2017-2022

Dede Kusdinar (kiri) terpilih menjadi Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut periode 2017-2022, dalam gelaran Muscab III Apdesi Garut, di Rancabuaya, Sabtu (16/9/2017)***

GARUT, (GE).- Setelah unggul atas dua kandidat lainnya, Dede Kusdinar akhirnya terpilih menjadi ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut periode 2017-2022. Dede Kusdinar merupakan salah satu kepala desa yang masuk dalam bursa calon ketua Apdesi menggantikan ketua sebelumnya yang dijabat Asep Hamdani.

Selain Dede, dua kepala desa lainnya, yaitu H. Isep Basir dan Rina Achlal merupakan calon lain yang ikut mendaftar. Setelah dilakukan voting, Dede Kusdinar unggul dari dua pesaingnya tersebut. Dari 43 hak suara, sebanyak 29 suara memilih Dede Kusdinar. Sedangkang suara terbanyak ke dua, diraih Rina Achlal dengan 9 suara dan H. Isep Basir mendapatkan hanya memperoleh 4 suara.

Sejumlah perwakilan Kepala Desa se Kabupaten Garut turut hadir dalam Muscab lll Apdesi Garut 2017 yang berlangsung di kawasan Rancabuaya Garut, Sabtu  (16/9/17).  Iwan Ridwan, salah seorang peserta Muscab yang juga Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi hadir, berharap, ketua yang terpilih ini bisa menjalankan apa yang menjadi visi dan misi Apdesi Kabupaten Garut.


“Harapannya, kadis terpilih bisa menjalankan roda organisasi Apdesi sesuai dengan visi misinya,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Tegalgede, Kartika Ernawati. Menurut Kartika, dengan adanya kepengurusan Apdesi Kabupaten Garut yang baru, diharapkan bisa menjadi jembatan dalam upaya meningkatkan pembangunan tingkat desa, umumnya Kabupaten Garut.

“Karena Apdesi ini merupakan salah satu wadah atau organisasi profesi yang sangat penting. Oleh karena itu, organisasi ini diharakan bisa benar-benar  menjadi media dalam mewujudkan otonomi daerah.  Bahkan dalam salah satu pasal yang terdapat pada AD ART Apdesi, menerangkan, jika Apdesi ini mempunyai ruang lingkup skala nasional, berdaulat dan mandiri, atas dasar kesamaan kegiatan, profesi di bidang pemerintah desa, serta pembangunan pedesaan,” paparnya.

Dijelaskannya, menjadi ketua itu bukan sekedar mengisi atau mengganti susunan struktur kepengurusan saja, Apdesi Garut harus bisa menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang pelaksanaannya terdapat dalam Undang-Undang Nomer 32 tahun 2004 tentang pemerintahan desa. ( Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI