Mulai Hari Senin, Siswa Korban Banjir Bandang akan Terima Dana Bantuan Operasional Sekolah

PENDOPO, (GE).- Pascabanjir bandang beberapa waktu yang lalu siswa terkena dampak masih merasakan kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Pasalnya, kini mereka harus menempati pengungsian yang lokasinya jauh dari sekolah.

“Saya menerima keluhan dari orang tua siswa terkait sulitnya siswa korban banjir untuk melanjutkan pendidikan. Pasalnya biaya operasional yang harus dikeluarkan tiap harinya cukup tinggi. Sementara sampai saat ini mereka masih belum bisa bekerja,” ujar Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman kepada wartawan di Pendopo Garut, Rabu (11/10/2016).

Siswa korban bencana banjir bandang, kata Helmi, saat ini membutuhkan biaya untuk operasional sekolah. Ia mencontohkan, karena jarak tempuh dari tempat pengungsian ke sekolah cukup jauh jadi mereka butuh ongkos untuk berangkat dan pulang sekolah.


Belum lagi, kata Helmi, mereka juga butuh uang untuk sekadar jajan di sekolah. Jadi semua kebutuhan tersebut harus ditanggung Pemkab Garut selama tiga bulan ke depan.

“Minimal selama proses rehab rekon mereka harus menerima dana operasional sekolah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Drs. Mahmud, M.Mpd, mengaku telah mendata jumlah siswa yang nantinya akan menerima dana operasional sekolah tersebut. Data yang diperolehnya, ada 250 siswa yang akan menerimanya. Namun menurutnya data tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat ada korban banjir bandang yang masih belum terdata karena ikut dengan kerabatnya.

“Itu baru data awal. Kemungkinan nanti bertambah,” ungkap Mahmud.

Mahmud mengimbau bagi siswa korban banjir bandang yang belum didata harap melapor ke dinas pendidikan. Pasalnya, mulai hari Senin (16/10/2016) dana tersebut mulai bisa dicairkan.

Saat disinggung terkait besaran dana yang akan diterima, ia memberitahukan kisarannya setiap siswa akan menerima paling kecil Rp 5.000. Namun tentunya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Untuk teknisnya dana tersebut akan diberikan satu minggu sekali. Setiap siswa akan mendapatkan bantuan selama tiga bulan ke depan,” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI