Mulai 6 Januari 2017 Bersiaplah Rogoh Kocek Lebih Dalam, Untuk Ngurus Surat-surat Ranmor Naik Hingga Tiga Kali Lipat

MENGAWALI tahun tahun 2017, pemerintah memberikan “kado istimewa” untuk rakyatnya. Baru-baru ini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB). Peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal sama, dan berlaku efektif mulai 6 Januari 2017.

Poin penting dalam PP ini adalah kenaikan tarif untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor (ranmor), baik roda dua maupun roda empat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia secara nasional.

Artinya, akan ada kenaikan biaya untuk pengurusan STNK, Plat Nomor/TNKB, BPKB, Biaya Mutasi. Surat izin serta STNK lintas negara.

Sementara itu, besaran kenaikan biaya pengurusan surat-surat kendaraan ini melonjak dua hingga tiga kali lipat. Misalnya, untuk penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga, pada peraturan lama hanya dikenakan biaya Rp 50.000, sementara dalam peraturan baru tarifnya nail 100 persen menjadi Rp 100.000, untuk roda empat sebelumnya Rp 75.000 melonjak menjadi Rp 200.000.

Kenaikan yang cukup tinggi dikenakan juga untuk biaya penerbitan BPKB baru dan mutasi (ganti nama kepemilikan). Contohnya, kendaraan bermotor roda dua danb tiga yang sebeleumnya dikenakan biaya Rp 80.000 dinaikan menjadi Rp 225.000. Untuk roda empat, sebelumnya hanya bertarif Rp 100.000, kini naik tiga kali lipat menjadi Rp 375.000. (Tim)***