Mondar-mandir ke Luar Negeri, Bupati Garut Dicibir Warga

SEDANG dirong-rong permasalahan pelik, kini Bupati Garut, H. Rudy Gunawan sering mondar-mandir ke luar negeri. Sudah satu minggu ini, kabarnya bupati sedang berada di Irlandia. Entah untuk urusan dinas atau menjenguk anaknya yang ada di sana.

Menanggapi permasalahan ini, banyak warga yang melontarkan cibiran. Apa lagi, saat ini banyak permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Salah seorang warga, Jayaraga Asep Warman (42), merasa heran belakangan ini Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, kerap bepergian ke luar negeri. Padahal setumpuk permasalahan di Garut harus segera diselesaikan. Ia mencontohkan seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini sudah mulai berani kembali ke zona merah yang seharusnya steril.

Sementara itu, Pengurus Masyarakat Peduli Anggaran, Haryono, mengatakan kegagalan dua bupati sebelumnya seharusnya menjadi gambaran bagi Bupati Rudy Gunawan untuk terus melakukan konsolidasi. Selain itu, percepatan di berbagai sektor juga harus menjadi prioritasnya.

Seperti diketahui, penyerapan anggaran 2015 masih lamban dan RAPBD 2016 juga belum bisa dirampungkan. Jadi dari pada mondar-mandir ke luar negeri lebih baik fokus terhadap pekerjaan. Sehingga semua permasalahan internal dan eksternal bisa diselesaikan.

“Boleh berangkat ke luar negeri kalau semua permasalahan sudah selesai. Sehingga tak ada lagi aduan dari sana-sini,” kata Haryono, Jumat, (11/12/2015).

Haryono melanjutkan, banyak pekerjaan berat yang mesti secepatnya dituntaskan oleh bupati. Ia mencontohkan, rencana jangka panjang sekolah gratis untuk tingkat SMA sederajat masih abu-abu padahal sudah dituangkan ke dalam rencana jangka panjang 2014-2019.

Seharusnya, kata Haryono, bupati sadar kalau dirinya saat ini sudah milik warga Garut. Jadi keberangkatannya ke luar negeri bukan lagi urusan pribadinya. “Kalau terlalu sering kan jadi cibiran,” ujarnya.

Masih menurut Haryono, sebagai pejabat negara, kalau bepergian ke luar negeri tentunya ada sederet aturan yang mesti ditempuh. Semuanya termaktub di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2011. Tentang pedoman perjalanan dinas ke luar negeri bagi pejabat/pegawai di lingkungan kementrian dalam negeri, pemerintah daerah dan pimpinan dan anggota dewan perwakilan daerah.

Selain itu, pejabat yang bersangkutan pun harus memberikan hasil kunjungannya ke luar negeri. Alangkah lebih baiknya dilakukan secaraterbuka agar tidak timbul kecurigaan dari masyarakat.

“Sebagai warga Garut tentunya banyak harapan yang harus diselesaikan bupati. Saya merasa kinerja bupati belum ada apa-apanya. Namun tentunya tanpa mengesampingkan hasil kinerjanya selama ini dalam urusan pemeliharaan jalan dan penanganan PKL yang saat ini sudah mulai berani kembali berjualan di zona terlarang,” pungkasnya.

Tepatnya Kamis (10/12/2015), “Garut Express” sempat bertanya kepada Kepala Agkesra Kabupaten Garut, Dahlan Saputra, terkait keberadaan bupati. Namun saat ditanya, ia tampak celingukan dan mengaku tidak mengetahui keberadaan orang nomor satu di Garut itu. Farhan SN***