Misteri Angkernya “Tanjakan Panganten” di Pamulihan Garut

KONDISI infrastruktur jalan menuju kawasan selatan Garut ini memang harus ekstra diwaspadai dan hati-hati bagi pengendara. Jika berkendara ke Pantai Rancabuaya atau daerah di Kecamatan Bungbulang, kita akan disuguhi tanjakan, turunan dan tikungan tajam di sekitar tikungan Halimun.

Konon, tanjakan ini sering menelan korban jiwa. Terlepas dari kondisi infrastruktur jalannya, tetap saja di beberapa kalangan masyarakat ada yang mempercayai kisah mistis dibalik kondisi jalan itu sendiri.

“Tanjakan Panganten” adalah salah satu ruas jalan yang terletak di Kampung Halimun Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut. Tanjakan Panganten ini dikenal kerap menelan korban, beberapa di antaranya adalah rombongan pengantin, dan memang faktanya demikian. Mungkin karena hal itulah tanjakan ini dinamakan “Tanjakan Panganten.”

Menurut warga setempat, tempat itu terbilang angker. Sudah puluhan kali terjadi kecelakaan di tempat yang sama dan korbannya pun sama, yaitu rombongan pengantin. Alternatifnya, pengantin pria yang akan menikahi gadis Bungbulang harus berangkat terpisah dari rombongan sehari atau dua hari sebelumnya. Kemudian, pada hari H pernikahan diikuti oleh rombongan seserahan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bahtiar (45) salah seorang warga Bungbulang .Menurutnya, sudah sejak tahun 1964 hingga kini Tanjakan Panganten sudah menelan korban meninggal dunia, sedikitnya sebanyak 20 kali kecelakaan telah terjadi di tanjakan maut ini.

“Memang benar di daerah ini kerap terjadi kecelakaan. Selain kontur jalan menanjak dan sempit, warga di sini percaya ada cerita mistik misteri penyebab kecelakaan,” kata Bahtiar, Rabu (10/8/2016).

Yang mengerikan, masyarakat setempat menyebut jalan ini sebagai daerah “Buntel Mayit,” artinya daerah rawan kecelakaan. Ada juga warga yang menyebutnya sebagai “Leuwi Panganten” dan “Sasak Panganten.” Dinamakan Leuwi Panganten karena pada tahun 1980-an ada kendaraan jenis L 300 yang membawa rombongan pengantin menuju Kecamatan Bungbulang, mobil masuk jurang di kawasan Gunung Halimun, 7 orang penumpangnya tidak bisa diselamatkan.

Penyebab kecelakaan yang sering terjadi di tanjakan panganten dan selalu menelan korban rombongan pengantin belum diketahui secara pasti. Hingga kini masih dianggap misteri.

Namun, terlepas benar atau tidaknya cerita mistis yang beredar di masyarakat, kecelakaan diduga lebih banyak disebabkan karena human error dan kondisi jalan menurun dan menanjak tajam serta panjang, juga terdapat kelokan tajam.

Ruas jalan provinsi di Tanjakan Panganten yang menghubungkan Garut-Bungbulang ini diperburuk dengan minimnya rambu-rambu jalan. Di sana hanya terdapat peringatan bila kawasan tersebut rawan longsor.

Di samping itu sesuai namanya gunung Halimun, daerah ini cukup gelap karena kerap ditutupi halimun (kabut). Ingin menikahi gadis Bungbulang ? Ekstra hati-hatilah melintasi jalan Tanjakan Panganten. (Cep)***